Pasuruan Berdarah
Gus Dur: Permintaan Maaf Panglima Tidak Cukup
Jumat, 01 Jun 2007 16:15 WIB
Jakarta - Peristiwa penembakan warga Pasuruan oleh anggota Marinir agaknya bakal berbuntut panjang. Ketua Dewan Suro DPP PKB Abdurahman Wahid alias Gus Dur akan mengajukan tuntutan atas peristiwa yang menewaskan warga itu."Ini negara hukum bukan rimba belantara selesaikan semua secara hukum jangan main tembak sendiri ini bukan jamannya," kata Gus Dur dalam jumpa pers di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (1/6/2007).Gus Dur mengatakan, permintaan maaf Panglima TNI saja tidak cukup untuk menebus kesalahan aparat TNI. Proses hukum yang adil harus tetap dilakukan."Saya berterima kasih atas permintaan maaf Panglima. Tapi itu tidak cukup, hanya permintaan maaf. Harus ada proses penegakan hukum," tandas mantan presiden itu.Tuntutan itu akan diajukan kepada penembak pihak Pulapu (Pusat Latihan Tempur) TNI AL dan pemilik saham rajawali. Gus Dur juga sudah menunjuk Mafud MT sebagai pengacaranya.Rencananya, Sabtu pagi, Gus Dur dan rombongan akan mendatangi lokasi terjadinya penembakan di Pasuruan untuk melakukan investigasi. Hasil investigasi akan digunakan sebagai bahan penuntutan. "Berangkat ke sana itu besok pagi," katanya.Saat ditanya apakah penembakan itu merupakan pelanggaran HAM berat, Gus Dur enggan menjawabnya. Pastinya, mantan Ketua Umum PKB itu menyerahkan semua pada pengadilan.Mengenai tuntutan pencopotan komandan marinir, Gus Dur mengaku setuju dengan langkah tersebut. Namun saat ditanya soal pencopotan Kasal AL, Gus Dur justru guyon."Slamet Sugianto tempat lahirnya hanya 600 meter dari tempat lahir saya, jadi tetangga, hahaa..," kata Gus Dur terkekeh.
(ptr/ken)











































