Kunjungan Menneg PDT ke Halmahera Disambut Meriah

Kunjungan Menneg PDT ke Halmahera Disambut Meriah

- detikNews
Jumat, 01 Jun 2007 14:35 WIB
Jakarta - Anda yang berada di Jakarta mungkin sudah terbiasa melihat pejabat negara. Tapi bagi masyarakat di daerah terpencil, melihat orang penting di Indonesia tentu merupakan hal yang luar biasa.Seperti yang tampak dalam kunjungan Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Lukman Edy ke Maba, Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, Jumat (1/6/2007). Hampir seluruh masyarakat di ibukota Haltim itu menyambutnya dengan gegap gempita."Hidup Pak Menteri! Hidup Pak Menteri!," teriak masyarakat yang berjajar di pinggir jalan sambil melambai-lambaikan tangan.Sebelumnya, di bandara Perintis Buli, Haltim, rombongan Lukman Edy yang terbang dengan pesawat Casa 212 dari Manado disambut dengan tarian Cakalele. Tarian itu merupakan tarian selamat datang dari Maluku.Dua pasang penari laki-laki dan perempuan mengenakan kebaya dan baju adat Maluku bergoyang riang mengikuti tabuhan perkusi.Sementara itu puluhan siswa berseragam SD, SMP, dan SMA tampak rapi berjajar di jalan masuk bandara. Mereka rela mengorbankan hari liburnya demi menyambut sang menteri yang datang jauh dari Jakarta.Mereka tampak puas meski tidak bisa bersalaman dengan Lukman Edy. Dengan berdiri di pinggir jalan dan melihat rombongan menteri yang lewat pun sudah bisa mengembangkan senyum mereka.Dari bandara, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Waysumo yang jaraknya sekitar 8 kilometer dari bandara. Perjalanan pun ditempuh dengan kendaraan 4 wheel drive (WD) karena jalan propinsi yang selebar 1-2 meter ini sebagian besar belum diaspal.Namun, sepanjang perjalanan, mata terus dimanjakan. Sejauh mata memandang, hanya warna hijau yang tampak. Pohon nyiur mendominasi lahan yang masih tampak luas. Selain pohon nyiur, ada pula pohon pisang, tanaman perdu seperti keladi dan anggrek tanah dengan bunga ungunya banyak tumbuh liar.Diantara hutan nyiur, tampak rumah-rumah penduduk yang terbuat dari kayu dan beratap daun rumbia. Jarak antara rumah penduduk satu dengan rumah penduduk yang lain berjauhan, bisa sampai 10-100 meter.Siapa nyana, kampung Buli yang indah ini telah menelorkan seorang penyanyi kawakan. "Ini kampungnya Melky Goeslaw lho, yang sudah nggak ada itu," kata sopir mobil 4 WD yang ditumpangi detikcom, Taufik.20 menit perjalanan, sampailah ke Pantai Waysumo. Perjalanan pun dilanjutkan dengan speed boat ke Maba selama 30 menit. Buli dan Maba sebenarnya 1 daratan, namun perjalanan darat bisa ditempuh dalam waktu 7 jam karena infrastruktur yang belum baik.Sebelum merapat ke dermaga Maba, ada penyambutan adat di laut. Sekitar 10 kora-kora (perahu khas Maluku) yang dihiasi umbul-umbul merah putih menghadang. Masing-masing perahu berisi 10 orang baik laki-laki maupun perempuan mengenakan pakaian adat Haltim menari ditingkahi perkusi seperti gong dan timpani. Sungguh atraktif!Setelah merapat ke Maba, sambutan tak kalah meriahnya. Lukman Edy pun diminta memakai topi adat Maluku dan duduk dikursi yang tersedia di atas permadani dan dilempari nasi kuning kering.Banyak warga yang berebutan mengambil foto dan bersalaman dengan Lukman Edy. Semua warga sudah tumplek blek di Pantai Maba.Lukman meresmikan Gedung DPRD Haltim dan RSUD Maba yang mulai dibangun mulai tahun 2004 lalu dan baru selesai bulan lalu.Bupati Haltim Wilhelmus Tahalele sangat senang karena Menneg PDT bisa menjenguk daerahnya. "Menneg PDT ini merupakan pejabat dari Jakarta pertama yang berkunjung ke daerah ini," tuturnya dalam sambutan peresmian Gedung DPRD Haltim.Tidak heran masyarakatnya sangat antusias menerima kunjungan itu. Walaupun punya banyak potensi tersembunyi, banyak masalah yang dihadapi Haltim untuk bergerak maju. (nwk/ken)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads