Mengenal Mayjen TNI Prijanto
Malang-melintang di Kodam Jaya
Jumat, 01 Jun 2007 10:49 WIB
Jakarta - Siapa itu Mayjen TNI Prijanto? Bagi sebagian warga Jakarta, nama ini sungguh tidak asing. Sejak tahun 1992, Prijanto sudah berdinas di Kodam Jaya sebagai Komandan Batalyon Armada Pertahanan Udara Sektor 6 Kodam Jaya.Karir Prijanto di Kodam Jaya baru berakhir pada tahun 2000 setelah dipromosikan menjadi Perwira Menengah Ahli KSAD Bidang Sosial Budaya per 15 September 2000.Berdasarkan riwayat hidup yang dikeluarkan Mabes TNI AD, Prijanto dilahirkan di Ngawi, Jawa Timur, 26 Mei 1951 lalu. Setelah menamatkan SMA pada tahun 1969, Prijanto melanjutkan pendidikan di AKABRI.Mulai 1 Desember 1975, Prijanto resmi berdinas sebagai prajurit TNI. Jabatan pertama yang dipegangnya adalah Komandan Peleton I/B Yonarhanudri-15 per 1 Agustus 1976.Tahun 1978, Prijanto mengikuti Operasi Seroja di Timor Timur, mengikuti jejak seniornya Sutiyoso yang mengikuti Operasi Flamboyan Timor Timur pada tahun 1975. Selama di Timor Timur, Prijanto tetap dipercaya sebagai Komandan Peleton I/B Batalyon Armada Pertahanan Udara RI-15.Mulai 1 Januari 1992, Prijanto masuk ke jajaran Kodam Jaya. Jabatan pertamanya adalah Komandan Batalyon Armada Pertahanan Udara Sektor 6 Kodam Jaya.Mulai 1 Juli 1995, Prijanto yang saat itu berpangkat Letkol menjadi Kepala Staf Pribadi (Kaspri) Pangdam Jaya Mayjen AM Hendropriyono. Nah, di sinilah Prijanto berinteraksi lebih dekat dengan Gubernur DKI Jakarta saat ini, Sutiyoso.Sutiyoso pada saat Prijanto menjadi Kaspri Pangdam merupakan Kepala Staf Kodam Jaya (Kasdam Jaya). "Itulah perkenalan saya lebih dekat dengan Pak Sutiyoso," ucap Prijanto pada suatu waktu kepada detikcom.Suami dari Widyastuti Endang S ini terus berkarir di Kodam Jaya sampai tahun 2000. Di antara masa berdinas di Kodam Jaya itu, Prijanto sempat sebentar menjadi Koorspri Pangab Jenderal TNI Wiranto antara 15 Juni 1998 sampai 1 Desember 1999.Setelah itu, Prijanto kembali ke Kodam Jaya menjadi Komandan Korem 051/Wijayakarya Kodam Jaya. Nah, dari jabatan terakhir ini, Prijanto dipromosikan menjadi Perwira Menengah Ahli KSAD Bidang Sosbud.Pada 15 Oktober 2002, Prijanto ditarik menjadi Dandenma Mabes AD, lalu pindah lagi menjadi Kasgartap-1 Jakarta pada 24 Oktober 2003. Mulai 10 November 2003, Prijanto mendapatkan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).Terakhir, sebelum menjadi Aster KSAD pada 5 Mei 2006, Prijanto lebih dulu kembali ke Kodam Jaya menjadi Kasdam Jaya antara 12 Mei 2005 sampai 5 Mei 2006.Mulai 30 Mei 2007, bapak dari Whisnu Putro dan Putri ini mengundurkan diri dari TNI AD untuk maju sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta. 1 Juni 2007, Prijanto resmi didukung 13 partai dari Koalisi Jakarta sebagai pendamping Fauzi Bowo dalam Pilkada DKI Jakarta.
(aba/ken)











































