Pesawat TNI AU Terus Pantau Pulau Terluar Indonesia
Kamis, 31 Mei 2007 18:06 WIB
Pekanbaru -
Keberadaan pulau terdepan atau terluar wilayah Indonesia, khususnya di bagian barat memang rawan. Untuk itu, pesawat milik TNI AU secara rutin terus mematau keberadaan pulau tersebut. "Kita selalu mengadakan pengamanan-pengamanan pulau terluar, juga pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan kita laksanakan patroli udara melalui pengamatan dan pengintaian," kata Kepala Staf Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) I, Marsekal Pertama TNI Djohan Basyar di Lanud Pekanbaru, Riau, Kamis (31/5/2007).Menurut Djohan, pemantauan udara ini merupakan peran AU guna menjaga kedaulatan wilayah Indonesia. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Penerangan AU Marsekal TNI Daryatmo.Menurut Daryatmo, di wilayah pulau terluar yang terletak di Selat Malaka memang sering dilewati kapal dan pesawat asing. Untuk itu, perlu sekali kehadiran pesawat AU untuk menunjukkan kehadirannya sebagai bukti wilayah itu milik Indonesia."Kegiatan rutin seperti ini memiliki dampak yang luar biasa. Kalau kita tidak melakukan apa-apa, kan ini bisa berbahaya. Dengan kehadiran kita, orang akan tahu itu pulau punya kita," jelas Daryatmo.Pada pemantauan hari kedua, sejumlah wartawan yang menaiki pesawat AU dibawa mengitari sejumlah pulau terluar di bagian barat Sumatera. Antara lain, Pulau Nias (Sumatera Utara), Pulau Semeuleu, Pulau Sabang, Pulau We dan Pulau Rondo (NAD).Pulau terluar yang menjadi perhatian adalah Pulau Rondo yang merupakan wilayah administratif Provinsi NAD yang memiliki luas 0,4 kilometer persegi. Pulau yang rimbun ditumbuhi pepohonan ini tidak berpenghuni dan berjarak sekitar 31 mil dari ujung pulau Sumatera atau 21 mil dari Pulau We.Pulau yang dijaga satu regu pasukan Marinir ini berbatasan langsung dengan India di Samudera India dan Thailand. Wilayah ini memang rawan terhadap penangkapan ikan ilegal dan rawan sengketa kepemilikan. Begitu juga dengan Pulau Berhala yang merupakan wilayah administratif Sumatera Utara di Selat Malaka. Pulau ini dijaga sejumlah pasukan AL dan berbatasan langsung dengan Malaysia serta rawan terjadi konflik perbatasan dengan negara tetangga.Sedangkan di bagian utara menuju laut Cina Selatan, pulau terluar adalah Pulau Sekatung yang diapit Pulau Laut. Kedua pulau ini merupakan bagian dari Kepulauan Natuna yang memiliki sekitar 12 pulau. Pulau Sekatung seluas 0,3 kilometer persegi ini merupakan tebing curam yang ditumbuhi pepohonan hanya ditandai dengan tower suar.Pulau ini berbatasan langsung dengan Vietnam dan Thailand di bagian baratnya dan Malaysia Timur di bagian timurnya. Di sekitar perairan Pulau sekatung sering didatangi nelayan asal Vietnam dan Thailand untuk mencari ikan.
(zal/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































