PAN Pantau Pengusutan Kasus Kerusuhan Pasuruan
Kamis, 31 Mei 2007 16:34 WIB
Jakarta - Kasus penembakan oleh Marinir terhadap warga Grati, Pasuruan, Jawa Timur, bakal berbuntut panjang. Setelah Komisi I DPR membentuk tim investigasi, FPAN juga akan memantau kasus ini."Kami mengecam keras penembakan anggota Marinir kepada warga sipil. Ini sebuah tragedi di era reformasi seperti saat ini. Ini harus diselesaikan secara tuntas. Kami akan memantau terus," kata Sekjen FPAN Zulkifli Hassan dalam pernyataan sikap FPAN di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/5/2007).Menurutnya, penembakan tersebut merupakan tindakan sewenang-wenang yang mencerminkan arogansi TNI terhadap sipil. Karena itu, agar kejadian serupa tidak terulang, FPAN meminta Panglima TNI harus memecat komandan yang bertanggung jawab dan pelaku penembakan di lapangan."Harus ada tindakan tegas terhadap pelaku dan orang yang memerintahkan penembakan tersebut. Kalau dari komandannya, komandannya harus dipecat," imbuh Zul.Terkait sengketa tanah antara warga dengan Marinir yang memicu insiden berdarah hingga menewaskan 5 warga itu, FPAN mendesak agar masalah itu diselesaikan dengan mekanisme hukum yang berlaku."Tidak boleh ada pihak yang bertindak main hakim sendiri, apalagi dengan mengedepankan kekerasan dan intimidasi," tukasnya.
(nvt/sss)











































