Pendemo Kedubes Australia Bubar Gara-gara Hujan Deras
Kamis, 31 Mei 2007 16:28 WIB
Jakarta - Suara petir menggelegar, memecah langit nan gelap. Hujan pun turun dengan derasnya tanpa bisa dicegah. Sekitar 1.000 pendemo yang menggereduk Kedubes Australia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akhirnya membubarkan diri pada pukul 15.45 WIB, Kamis (31/5/2007). Mereka terlihat sibuk melindungi diri dengan berpayung poster-poster yang tadinya mereka gunakan untuk beraksi.Tidak hanya pendemo, polisi pun ikut berlari mencari tempat berlindung dari sambaran petir dan hujan deras. Beberapa di antara polisi yang berjaga disekitar Kedubes bertepi di pinggiran pos keamanan Kedubes. Selebihnya menggunakan tameng untuk berlindung.Sebelumnya, Wakapolres Jakarta Selatan AKBP Mulyanto mengabarkan melalui pengeras suara kepada pendemo bahwa pihak Kedubes Australia tidak mau bertemu dengan massa."Saya sudah berbicara dengan perwakilan Kedubes hari ini. Mereka tidak mau keluar untuk menemui massa. Saya harap massa tidak anarkis. Saya harap kita bisa membubarkan diri dengan damai," tegasnya.Setelah pengumuman Wakapolres tersebut, sebenarnya pendemo sudah mulai membubarkan diri satu per satu. Namun, pendemo benar-benar bersih dari Kuningan setelah hujan 5 menit mengguyur.Pendemo berasal dari berbagai elemen masyarakat yang terdiri dari Al Makmun Education Centre (AMEC), Forkabi, BEM Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi USAKTI dan gabungan ormas Islam bersatu. Mereka menamakan diri Masyarakat Warga Jakarta. Mereka mengutuk tindakan polisi Australia pada Gubernur Jakarta Sutiyoso yang menggerebek kamar hotelnya di Sydney.
(ziz/nrl)











































