Pasir Masih Diangkut dari Kepri ke Singapura

Pasir Masih Diangkut dari Kepri ke Singapura

- detikNews
Kamis, 31 Mei 2007 16:16 WIB
Tanjung Pinang - Penambangan pasir dan granit di sejumlah pulau di Kepulauan Riau masih berlangsung. Setidaknya, ada belasan kapal tongkang berlayar penuh memuat pasir.Situasi ini terlihat oleh para wartawan yang menumpang pesawat TNI AU di atas di Kepulauan Riau, Rabu (30/5/2007) kemarin. Rombongan wartawan ini mengikuti press tour dengan menggunakan pesawat milik TNI AU sejak dua hari ini.Sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (30/5/2007), setidaknya ada 4 kapal tongkang berlayar mengangkut pasir dari Pulau Nipah menuju utara ke arah Singapura. Satu kapal terlihat sedang bersandar dan mengisi pasir di sisi barat Pulau Tanjung Balai Karimun.Begitu juga di tengah perairan Kepulauan Riau, sebuah kapal besar yang sedang buang jangkar didekati dua kapal tongkang di sisi kanan dan kirinya. Terlihat para awak ketiga kapal ini sedang melakukan aktivitas pemindahan pasir.Situsai di sejumlah pulau di perairan Kepulauan Riau terlihat sangat memprihatinkan. Pulau Nipah saja, terlihat rata dan hampir sejajar dengan permukaan laut. Tidak ada satu pun pohon yang tumbuh lagi. Hal yang sama juga terlihat di Pulau Tanjung Balai Karimun. Hampir semua tepi pantai di pulau terlihat bekas penggalian pasir dan granit yag cukup parah dengan menyisakan kubangan raksasa, serta hutan yang gundul.Sejumlah petugas yang enggan disebut namanya mengatakan, setiap harinya penyelundupan pasir masih berlangsung, walau sudah ada larangan dari pemerintah. Perharinya, tidak kurang ada 15 kapal yang mengangkut pasir-pasir tersebut.Ekspor Granit Tidak DilarangMenanggapi kondisi tersebut, Panglima Komando Armada Kawasan Barat (Armabar) TNI AL Laksamana Muda TNI Agus Suharto mengatakan, pihaknya sudah melarang ekspor pasir ke Singapura. Namun, untuk ekspor granit masih diperkenankan, sebab hingga kini belum ada larangan dari pemerintah."Kita berjanji untuk segera mengerahkan kapal kita untuk mengejar kapal-kapal tongkang yang memuat pasir ilegal," kata Agus saat dihubungi wartawan via selulernya, Kamis (31/5/2007).Ditambahkan Agus, selain akan mengejar kapal tongkag pengangkut pasir tersebut, pihaknya juga akan menindaknya hingga ke proses hukum yang berlaku. (zal/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads