LBH Surabaya: Arah Tembakan Marinir Datar Bukan Memantul
Kamis, 31 Mei 2007 14:52 WIB
Surabaya - Aksi penembakan yang dilakukan oleh anggota Marinir TNI-AL terhadap warga Desa Alas Tlogo, Lekok, Pasuruan terus menuai kecaman. Kecaman itu kali ini dilontarkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya. Direktur LBH Surabaya Muhammad Syaiful Aris membantah penjelasan resmi TNI korban meninggal terkena pantulan peluru. "Data sementara yang ditemukan tim pencari fakta LBH Surabaya baik yang berada di lokasi maupun rumah sakit, bahwa penembakan dilakukan pada arah datar. Semua luka yang diderita korban berada pada garis hosrisontal," katanya kepada wartawan di kantornya di Jalan Kidal, Surabaya, Kamis (31/5/2007). Dia menilai, tudingan TNI yang menyatakan warga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam sama sekali tidak benar. Penduduk yang membawa senjata tajam berupa celurit digunakan untuk mengelola lahan pertanian dan bukan untuk menyerang aparat. "Jika timbulnya korban pada anak-anak, ibu hamil dan orangtua semakin membuktikan jika tuduhan warga menyerang aparat adalah omong kosong," jelasnya.Pihaknya, jelas Syaiful, menemukan fakta jika peristiwa itu merupakan reaksi petani terhadap pihak TNI yang telah memancing selama ini. Sehari sebelum kejadian petani Desa Alas Tlogo telah mengajukan protes keberatan atas penggarapan tanah yang dilakukan oleh PT Rajawali. Protes membuat PT Rajawali menghentikan aktivitas. "Namun keesokan harinya, PT Rajawali kembali melakukan pengolahan lahan dengan dikawal oleh prajurit Marinir bersenjata lengkap," tambahnya. Tindakan sewenang-wenang dan arogan tersebut telah memancing petani untuk berkumpul hingga akhirnya terjadilah insiden penembakan.
(fat/mar)











































