Gajah Stres Mengamuk, Satu Warga Riau Jadi Korban
Kamis, 31 Mei 2007 14:45 WIB
Pekanbaru -
Tidak hanya manusia yang dapat mengalami depresi berat. Gajah juga mengalami stres berat. Buntutnya, seorang warga Riau menjadi korban amukannya. "Kita menerima laporan salah seorang warga di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis menjadi korban amuk gajah. Korban kini kabarnya tengah dirawat di rumah sakit. Kabarnya korban sempat dihempas-hempaskan beberapa kali oleh gajah liar itu," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Rahman Sidik dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (31/5/2007) di Pekanbaru. Rahman Sidik menjelaskan, dengan adanya laporan warga ada sekawanan gajah mengamuk di Desa Makam dan Balai Raja di Kecamatan Mandau itu, kini pihaknya sudah menurunkan 15 tim BKSDA. Tim ini disebar menjadi dua bagian di kecamatan tersebut. "Soal berapa jumlah gajah liar yang mengamuk itu, kita tidak dapat memastikannya. Tapi bisa jadi jumlahnya puluhan. Tim kita sudah turun ke lokasi untuk memantau perkembangan di lapangan," kata Rahman. Dia menjelaskan, salah satu tim di Desa Makam sudah melihat sekitar 3 ekor gajah liar di sekitar perkampungan penduduk. Namun tim belum berani menghalau gajah itu. Sebab, dari pantuan di lapangan, tim mengindentifikasikan gajah itu mengalami depresi berat. "Hal itu bisa dilihat dari tingkah gajah yang terus gelisah. Dia mondar mandir tak tentu arah. Itu tanda dari dia stres berat. Tim pun tak berani mendekat. Sebab, kalau gajah sudah stress, jangankan manusia, truk sekalipun dapat dia ratakan," tandas Rahman. Karena itu, tim hanya memantau dari kejauhan. Tim baru akan menghalau dari sekitar pemukiman penduduk, jika gajah sudah tidak mengalami stres. Selama gajah dalam kondisi stres, tim tidak akan berani melakukan pengusiran terhadap gajah liar itu. "Ya wajarlah kalau gajah stres. Dihabitatnya dia susah mencari makan. Masuk ke perkampungan dihalau manusia. Kalau sudah kondisi seperti ini tentulah gajah stres. Semua ini karena ulah manusia serakah yang menghancurkan habitat mereka," kata Rahman dengan nada berapi-api. Tim BKSDA yang memang bertugas mengurusi soal gajah ini juga turut stres. Sebab tim juga bingung gajah-gajah liar itu akan dikemanakan. Paling yang dapat dilakukan saat ini hanya sekadar menghalau gajah liar dari sekitar perkampungan. "Kita juga bingung mau dikemanakan gajah-gajah itu. Kondisi habitat gajah di Riau sudah porak-poranda. Kalau kondisi habitat gajah juga sudah tidak memungkinkan lagi, artinya sewaktu-waktu gajah juga akan kembali ke perkampungan penduduk," jelas Rahman.
(cha/djo)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































