Jika Ragu Segera Hubungi Petugas

Kupon Berhadiah Palsu di Solo

Jika Ragu Segera Hubungi Petugas

- detikNews
Kamis, 31 Mei 2007 12:53 WIB
Solo - Kupon palsu dengan iming-iming berhadiah mobil yang diselipkan di produk sabun beredar luas di Solo. Hingga saat ini telah terdapat dua orang yang mengaku sebagai korban dalam jumlah hingga puluhan juta rupiah. Polisi menghimbau warga berhat-hati jika menerima iming-iming hadiah. Korban yang telah melapor ke Mapoltabes Surakarta adalah Sugiyanto (25 tahun) warga Tegalharjo, Kadipiro, Solo, dan Haryanto (46 tahun) warga Tengklik, Telukan, Grogol Sukoharjo. Sugiyanto menjadi korban penipuan sebesar Rp 24 juta setelah sebelumnya mendapati kupon berhadiah mobil Honda Jazz pada sabun bermerk Lifeboy berupa mobil Honda Jazz. Sedangkan Haryanto tertipu Rp 18 juta karena tergiur hadiah mobil Xenia seperti yang tertera dalam kupon hadiah di sabun cuci Surf. Modus penipuan yang terjadi pada kedua korban nyaris sama. Setelah mendapatkan kupon berhadiah mobil, keduanya lalu menghubungi nomor telepon yang tertera dalam kupon itu. Setelah tersambung, lalu korban dituntun oleh pelaku untuk mentransfer sejumlah uang dengan berbagai dalih. "Kami menghimbau masyarakat semakin berhati-hati terhadap penipuan-penipuan dengan berbagai cara seperti itu. Kalau ragu-ragu, hubung petugas polisi terdekat," kata Kapoltabes Surakarta, Kombes (Pol) Lutfi Lubihanto, Kamis (31/5/2007). Hal serupa ditegaskan kembali oleh Kapolsektabes Pasar Kliwon AKP Digdo Kristanto. Di Kecamatan Pasar Kliwon, tepatnya di Kalurahan Semanggi, bagi-bagi Rinso gratis yang telah disisipi kupon palsu juga telah dilakukan oleh para pelaku. Namun sejauh ini belum ada laporan warga yang mengaku sebagai korban. "Modus yang dipakai biasanya adalah mencantumkan nomor telepon tujuan agar calon korban terpancing untuk menghubungi, Setelah ada penelepon, pelaku lalu menuntun calon korban agar mengirim voucher atau uang ke rekening tertentu dengan berbagai alasan," papar Digdo. Para pelaku penipuan itu, lanjutnya, merupakan jaringan penipuan yang disebar dari Ibukota sampai daerah. Mereka memanfaatkan kondisi psikis masyarakat yang senang berspekulasi dalam kondisi ekonomi yang sedang sulit. (mbr/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads