Bang Yos: Insiden di Australia Hanya Persoalan Teknis

Bang Yos: Insiden di Australia Hanya Persoalan Teknis

- detikNews
Kamis, 31 Mei 2007 11:44 WIB
Jakarta - Wajah kesal yang dibawa Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dari Australia hilang sudah. Bang Yos bersedia memaafkan dan memaklumi insiden di Australia yang dialaminya hanyalah persoalan teknis."Kita bangsa yang berjiwa besar. Kita juga harus memaafkan. Apalagi masalah itu hanya masalah teknis," ujar Bang Yos.Hal ini disampaikan dia dalam keterangan pers usai pertemuan dengan Dubes Australia untuk Indonesia Bill Farmer di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (31/5/2007)."Jangan sampai karena persoalan teknis, kita masih menuntut hal-hal yang tidak masuk akal. Apalagi pihak Australia sudah minta maaf dan akan mengurus surat permintaan maaf secara resmi," imbuh mantan Pangdam Jaya ini.Ditambahkan Bang Yos, dia sudah bertekad dengan Premier New South Wales (NSW), Morris Iemma, untuk menjembatani hubungan sister city NSW-Jakarta sebagai hubungan bilateral Indonesia-Australia.Purnawirawan berbintang tiga ini juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal kontraproduktif. "Silakan saja melakukan aksi-aksi, tetapi dengan cara tertib dan aman," tambahnya.Bang Yos pun menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pemerintah, DPR, DPD, dan masyarakat yang cepat merespons positif masalah tersebut. Apalagi, masyarakat juga turut memberikan simpatinya.Pemberitaan di AustraliaBang Yos mengatakan, koran-koran di Sydney membantah kalau ada petugas kepolisian yang masuk ke kamar hotelnya. Namun, dia telah meyakinkan Bill Farmer. Apalagi, ada saksi yang melihat peristiwa itu, yakni staf Bang Yos."Sebenarnya kalau mereka mau baik-baik, mau tanya saya di lobi, tahu tidak masalah Balibo di Timtim tahun 1975, akan saya jelaskan dengan suka hati. Tapi cara mereka itu melakukan cara yang tidak layak," cetusnya.Staf Bang Yos, Hendro, mengaku melihat dua petugas di dalam kamar hotel orang nomor satu di DKI itu. "Saya memang tidak melihat mereka masuk, tapi saya lihat mereka sudah di depan gubernur. Dan Pak Gubernur saat itu marah. Mereka pakai master key karena tidak punya kunci," beber Hendro. (nvt/sss)


Berita Terkait