DPR Bentuk Tim Pasuruan, KSAL dan Dankormar Harus Dicopot
Kamis, 31 Mei 2007 10:17 WIB
Jakarta - DPR bergerak cepat menanggapi penembakan warga oleh Marinir di Pasuruan, Jawa Timur. Rencananya Komisi I akan membentuk tim untuk menyelidiki kasus yang menewaskan 5 warga sipil itu."Ini sudah keterlaluan. Rencananya kita akan membentuk tim dan menentukan orang-orangnya. Sore kita harapkan sudah bisa berangkat," kata anggota Komisi I DPR Ali Mochtar Ngabalin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2006).Ngabalin berpendapat, kejadian ini telah mencoreng institusi TNI, khususnya Korps Marinir. Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto harus segera mengambil tindakan terhadap Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI Safzen Noerdin."Masyarakat sudah tersakiti dengan tewasnya 5 warga sipil. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, komandan korps marinir harus dicopot," katanya.Anggota Komisi I lainnya Djoko Susilo meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengusut dan menindak pelaku penembakan. Menurutnya Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Slamet Soebijanto harus bertanggung jawab atas insiden itu."KSAL harus dicopot karena membiarkan senjata yang dibeli dengan uang rakyat dipakai untuk menembak rakyat," tandas Djoko.
(nal/sss)











































