Mayjen TNI Prijanto Perekat Koalisi Jakarta
Kamis, 31 Mei 2007 09:18 WIB
Jakarta -
Pemilihan Mayjen TNI Prijanto mendampingi Fauzi Bowo (Foke) dinilai tidak akan mendongkrak perolehan suara Foke di Pilkada nanti. Prijanto dipilih untuk mencegah Koalisi Jakarta runtuh."Tiap pendamping Fauzi Bowo mewakili partai tertentu. Jadi kalau satu dipilih, yang lain cemburu. Sebab itulah dipilih yang netral," kata pengamat politik dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kepada detikcom, Kamis (31/5/2007). Selain itu, lanjut Denny, popularitas Fauzi Bowo telah melebihi ketenaran pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar sehingga pasangan Fauzi tidak akan berpengaruh besar dalam mendongkrak suara."Prijanto juga dianggap cocok karena merepresentasikan pasangan sipil dan militer," kata Denny.Pendapat yang sama dilontarkan pengamat politik Sukardi Rinakit. Menurutnya, siapa pun pasangan Fauzi Bowo tidak akan berpengaruh terhadap Fauzi Bowo."Dipasangkan dengan siapa saja perolehan suara Fauzi Bowo tetap sama, yang bisa mendongkrak suara kan calon yang populer seperti Agum Gumelar atau Rano Karno, tapi kan mereka tidak ikut," katanya. Sebagai anggota TNI, Prijanto dinilai dapat memahami kompleksitas masyarakat dan persoalan yang ada di Jakarta. "Dia dinilai mampu mengatasi persoalan itu," kata Sukardi.
(nal/nrl)










































