8 Dari 10 Pengusaha Cina Stres
Kamis, 31 Mei 2007 05:06 WIB
Paris - Peningkatan perekonomian Cina diikuti juga dengan peningkatan stres kalangan pengusahanya. Bayangkan, 8 dari 10 pengusaha Cina dilaporkan stres menurut sebuah penelitian.Angka itu melompat jauh melampaui rekan-rekannya di Eropa yang memiliki jam kerja per minggu paling sedikit di seluruh dunia. Juga melampaui rekan-rekan mereka di Taiwan, India dan Rusia.Demikian hasil penelitian firma akuntan dan konsultan Grant Thornton yang menemukan 84 persen eksekutif-eksekutif perusahaan yang disurveinya mengalami peningkatan stres, seperti dilansir AFP, di Paris, Prancis, Kamis (31/5/2007).Tingkat stres di Taiwan adalah 82 persen, India adalah 79 persen dan Rusia adalah 76 persen. Secara umum, tingkat stres di dunia meningkat jadi 56 persen berdasarkan survei 7.200 pengusaha di 32 negara."Tingkat stres terus meningkat di seluruh dunia, dengan perhatian khusus pemimpin bisnis di negara-negara yang ekonominya sedang meningkat yaitu Cina, India dan Rusia," kata hasil penelitian itu.Di Eropa, manajer-manajer bisnis mengalami stres yang lebih ringan. Contohnya di Swedia, hanya sekitar 27 persen yang merasa lebih stres dibanding tahun lalu.Angka yang tak jauh berbeda juga terlihat di Irlandia yang hanya 35 persen dan 37 persen di Prancis, Inggris dan Belanda. Sementara di Amerika Serikat sedikit lebih tinggi, 43 persen.Penelitian itu juga menghitung rata-rata jam kerja para pemimpin bisnis di seluruh dunia adalah 53 jam per minggu. Jam kerja terpanjang adalah India dan Argentina yakni 57 jam. Eropa merupakan yang terpendek, 50 jam."Jam kerja per minggu yang lebih pendek di Eropa menggambarkan tingkat stres yang lebih rendah di seluruh dunia, yang menandakan pebisnis-pebisnis Eropa mungkin yang memimpin di dunia cara memanajemen keseimbangan kerja dengan mutu kehidupan," ujar penelitian itu.
(nal/aba)











































