RI Diminta Menurunkan Hubungan Diplomatik dengan Australia
Rabu, 30 Mei 2007 15:25 WIB
Jakarta - Penggerebekan polisi Australia terhadap Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di kamar Hotel Shangri-La, Sydney merupakan cermin hubungan diplomatik yang arogan dari negara kanguru itu. Pemerintah diminta segera menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan Australia sebagai bentuk protes."Pemerintah harus segera mengirimkan red notice, bila tidak ditanggapi serius maka turunkan saja tingkat hubungan diplomatik kita menjadi sekadar hubungan dagang saja," cetus Ketua Umum DPP KNPI Hasanuddin Yusuf dalam pesan yang diterima detikcom, Rabu (30/5/2007).Bagaimanapun, lanjut Hasanuddin, Sutiyoso datang ke Australia sebagai pejabat negara yang diundang. Posisinya sebagai gubernur Jakarta yang merupakan ibukota Indonesia sangat penting. "Penggerebekan itu melecehkan harkat dan martabat kita sebagai bangsa," imbuhnya.Padahal, kata Hasanuddin, mantan PM Gouhgt Witham sudah menegaskan dalam kesaksiannya di persidangan, kasus kematian 5 wartawan Australia di Balibo akibat kesalahan mereka sendiri. Tim tim pada waktu itu dalam status perang antara TNI yang didukung faksi-faksi yang ingin integrasi dengan faksi Fretilin yang menolak bergabung dengan Indonesia."Australia terlalu banyak mencampuri urusan dalam negeri kita," ujar pria yang menjabat Ketua Partai Pemuda Indonesia ini.Menurut dia, kebijakan diplomatik Australia di bawah pimpinan John Howard terlihat sangat sombong dan tidak bersahabat, berbeda dengan pendahulunya Paul Keating. "Kalau dihitung-hitung, Indonesia lebih banyak ruginya dalam berhubungan dengan Australia," tandas Hasanuddin.
(bal/sss)











































