Berhenti Ngebul Setelah Paru-paru Berlubang
Rabu, 30 Mei 2007 19:26 WIB
Jakarta - Bagi yang belum bisa berhenti merokok, mungkin testimoni seorang atlet softball ini bisa jadi renungan. Setelah 17 tahun ngebul, paru-paru Bertie berlubang. Usus besarnya pun harus dipotong. Hiii...Kesaksian tersebut disampaikan pria 48 tahun bernama lengkap Albertie Charles Sompi ini dalam seminar "Berhenti merokok di mata para dokter dan perokok" di Plaza Senayan Arcadia, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5/2007).Menurut Bertie, niat yang kuat dan dukungan lingkungan penting untuk membuatnya berhenti merokok. Niat itu harus tegas, kuat dan bulat."Kalau mau berhenti aja, iya atau tidak. Jangan ada istilah mengurangi. Mengurangi beli rokok atau mengurangi teman? Mengurangi beli rokok nanti bisa ketagihan lagi, dan bisa pinjam rokok ke teman," ujar Bertie.Bertie mengakui dirinya menjadi perokok selama 17 tahun, dengan 31 batang rokok per harinya. Pola hidupnya sangat sehat sebagai seorang atlet. Bahkan dirinya menjadi seorang vegetarian dan tidak pernah mengonsumsi minuman beralkohol."Namun 2 tahun lalu saya divonis kena kanker paru-paru. Ada lubang sebesar 3 cm di paru-paru kanan saya. Akhirnya sebagian paru-paru kanan saya diangkat," tuturnya.Sel-sel kanker Bertie akibat merokok pun berjalan-jalan hingga ke usus besar. Akibatnya, selang 2 bulan setelah operasi pengangkatan paru-paru, dirinya menjalani operasi pemotongan usus besar. "Usus besar saya dipotong dua pertiganya," tutur dia.Bertie mengaku berhenti merokok sebelum divonis kanker paru-paru, ketika dia merasa kondisinya sudah mulai menurun dan berat badannya sempat turun sebanyak 17 kilogram.Bertie juga menyesalkan banyaknya acara olahraga seperti bulutangkis, tenis, bola basket, hingga sepakbola, yang malah disponsori produsen rokok.Bertie pun berseloroh menyebut perokok itu awet muda. Lho kok? "Iya, karena perokok itu tidak pernah merasakan tua, tapi karena sudah keburu mati," guraunya sambil terkekeh.
(nwk/sss)











































