Obat Mahal dan Langka di Daerah karena Masalah Distribusi
Rabu, 30 Mei 2007 17:27 WIB
Jakarta -
Distribusi obat-obatan di Indonesia belum merata. Buntutnya, harga obat melambung karena jumlahnya langka."Kelangkaan obat mungkin terjadi di daerah-daerah karena disebabkan masalah distribusi. Dalam hal ini mungkin terjadi adalah ketidakjangkauan obat dari segi harga serta tempat itu diperoleh," kata mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kartono Mohamad.Hal tersebut disampaikan dia dalam acara dialog bertajuk "Mahalnya harga obat dan kelangkaannya" di Gedung BPPT, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2007).Kartono menjelaskan, tidak ada istilah obat langka di Indonesia. Pada saat ini di Indonesia beredar lebih dari 6.000 macam obat dari berbagai merek dan komposisi yang diproduksi 50 pabrik.Sejumlah solusi ditawarkan Kartono untuk menekan kelangkaan sekaligus mahalnya harga obat di daerah-daerah."Mengembangkan jumlah industri farmasi sejalan dengan pertumbuhan pasar, mengatur perizinan yang transparan dan rasional, serta mendorong penyebaran industri secara merata ke berbagai wilayah di Indonesia," papar Kartono.Pada acara tersebut hadir sejumlah tokoh lain sebagai narasumber, yaitu anggota Dewan Kehormatan ICMI Harianto Dhanutirto, anggota Komisi IX DPR Hakim Sorimuda Pohan, dan Direktur PT Kimia Farma Sofyan Tarmizi.
(gah/sss)










































