Rusuh Pasuruan Marinir vs Warga, Polisi Jangan Tinggal Diam
Rabu, 30 Mei 2007 14:53 WIB
Jakarta - Rusuh antara Marinir dengan warga di Pasuruan, Jatim dalam kasus sengketa tanah mendapat kecaman keras dari kalangan DPR. Apalagi ada warga yang menjadi korban penembakan. Polisi diminta tidak tinggal diam.Anggota Komisi III dari daerah pemilihan Pasuruan, Nursjahbani Katjasungkana, meminta kasus ini tidak hanya ditangani POM TNI saja.Sebab kasus ini tidak hanya menyangkut internal TNI saja, tapi juga pelanggaran HAM."Kita protes keras tindakan tersebut. Polisi harus turun tangan, tidak hanya POM TNI," tegas politisi PKB itu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5/2007).Nursjahbani tidak habis pikir dengan peristiwa yang menewaskan warga itu. Di mata dia, seharusnya TNI ikut bersama rakyat menciptakan keamanan, bukan membuat keresahan baru. Tindakan semena-mena ini tidak menyelesaikan masalah, tapi justru menimbulkan masalah baru yang lebih besar."Harusnya tentara ikut menjaga ketenangan dan keamanan di masyarakat, bukan malah membuat masalah. Polisi jangan memihak TNI," tandasnya.Sementara anggota Komisi III dari daerah pemilihan Malang, Eva Kusuma Sundari, mengatakan, kerusuhan antara Marinir dengan warga menunjukkan reformasi TNI telah gagal total.Aparat kepolisian diminta mengungkap tuntas kasus ini agar masalahnya menjadi jelas. "Ini keterlaluan, masak rakyat ditembaki, ini harus dibongkar. Pelakunya harus dihukum," katanya.
(umi/sss)











































