Sutiyoso Tidak Terima Surat Panggilan Sidang Balibo
Rabu, 30 Mei 2007 12:40 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengaku tidak menerima surat panggilan untuk menghadiri sidang pembunuhan 5 wartawan asing di Balibo, Timtim, pada tahun 1975."Tidak ada pemanggilan dan saya yakin kalau Anda baca berita di internet Sydney Morning Herald hari ini, mungkin mereka dapat berita yang salah tentang peristiwa itu," ujarnya.Sutiyoso menyampaikan hal itu dalam jumpa pers khusus di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/5/2007)."Pada tahun 1975, saya saat itu menjabat wakil komandan tim dan berpangkat letnan. Saya datang karena panggilan saudara kita di Timtim, tetapi saya tidak ke Balibo. Mengenai tugas saya di sana, Anda tidak perlu tahu karena ini operasi-operasi khusus," urai Sutiyoso.Sutiyoso didatangi dua polisi Australia di kamar tempatnya menginap saat bertugas ke Negeri Kangguru pada 29 Mei 2007. Dia diminta hadir dalam sidang pengadilan kasus tewasnya 5 wartawan Australia di Balibo, Timtim.Kasus Balibo terjadi saat Yunus Yosfiah menjabat sebagai komandan pasukan elite Tim Susi. Yunus kemudian menjabat sebagai menteri penerangan periode 1998-1999 era Habibie.Pada 1 Maret 2007, Pengadilan Koroner Australia memerintahkan penangkapan Yunus karena saksi melihatnya sebagai penembak pertama dan memberikan perintah penembakan.Jurnalis yang tewas adalah reporter Malcolm Rennie (28) dan kamerawan Brian Peters (29). Keduanya warga Inggris yang bekerja untuk media Australia Channel Nine. Kemudian reporter Greg Shackleton (27) dan Tony Stewart (21) (keduanya warga Australia), serta kamerawan asal Selandia Baru, Gary Cunningham (27). Ketiganya bekerja untuk media Australia Channel Seven.
(aan/sss)











































