Keluarga Menangis Saksikan Makam di TPU Petogogan Dibongkar
Rabu, 30 Mei 2007 12:02 WIB
Jakarta -
Meski ditentang karena merupakan tanah wakaf, pembongkaran TPU Petogogan, Kebayoran Baru , Jakarta Selatan tetap dilakukan pada Rabu (30/5/2007). Makam yang dibongkar untuk dipindahkan sebanyak 20.Sekitar seratus orang berdiri terdiam menyaksikan makam keluarganya dibongkar di TPU Petogogan. Di hadapan mereka, dua orang di setiap satu kuburan sibuk mencangkul tanah untuk menggali makam yang sudah hampir rata.Tidak tampak warga yang ikut menonton pembokaran lahan yang akan digunakan untuk apartemen itu. Sebanyak 20 orang aparat pengendalian Masa (Damas) dari Polres Jakarta Selatan berjaga-jaga di sekitar TPU yang luasnya 8985 meter persegi.Saat lubang sudah mencapai kerangka, tampak serpihan tulang-tulang kecil yang sudah tidak berbentuk lagi. Menggunakan serokan dari bambu, serpihan putih tersebut diayak, kemudian dikumpulkan di atas kain kafan putih. Tak perlu ditata, kain kafan tersebut lalu dibungkus seperti pocong.Keluarga yang menyaksikan pemindahan makan tersebut hanya bisa meneteskan air mata. Salah satunya Husnain Tanamas. Kedua orangtuanya dimakamkan di pemakaman umum tersebut. Kepada detikcom, Husnain menyatakan keluarga setuju memindahkan rangka kedua orangtuanya karena ada himbauan dari pihak Yayasan Amaliah Arrofiqorrahim untuk segara memindahkan kerangka. Selain itu, pihak keluaga memang sejak awal akan memindahkan kerangka orangtuanya ke TPU Jeruk Perut."Biar enak saja kalau ziarah. Karena semua kelurga yang sudah meninggal dimakamkan disana," ujar Husnain.Iming-iming pihak yayasan menjanjikan akan memberikan uang sebesar Rp 2 juta per kerangka sebagai kompensasi pemindahan kerangka juga jadi pertimbanga. Namun hingga saat ini uang kompensasi tersebut belum diterima keluarga.
(nik/ana)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































