Australia Harus Bisa Lebih Menghormati Tamunya
Rabu, 30 Mei 2007 08:27 WIB
Jakarta - Protes tindakan polisi Australia yang 'memaksa' Gubernur DKI Sutiyoso datang ke sebuah persidangan terus mengalir. Australia diminta harus bisa lebih menghormati tamunya.Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I) Tom Pasaribu kepada detikcom, Rabu (30/5/2007)."Tindakan semena-mena polisi Australia terhadap Sutiyoso, yang notabene seorang pejabat tinggi pemerintah, sudah mencemarkan nama baik Indonesia. Pemerintah Australia harus meminta maaf secara terbuka," ungkap Tom.Tom menambahkan, KP3I akan melayangkan surat keprihatinan kepada Kedubes Australia di Jakarta. Hal ini penting agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari."Kami menilai tindakan polisi Australia itu tidak masuk akal. Seharusnya mereka bisa lebih menghormati Sutiyoso yang datang atas undangan pemerintah Australia sendiri," tukas Tom.Ketika berada di Sydney, Australia, Sutiyoso dicari-cari polisi setempat untuk datang ke pengadilan. Peristiwa itu terjadi 29 Mei sore waktu setempat. Pria yang akrab disapa Bang Yos ini dicari polisi untuk menghadiri sidang pembunuhan 5 wartawan asing di Balibo, Timor Timur, pada tahun 1975. Polisi Australia bahkan sampai mendatangi kamar purnawirawan berbintang tiga ini.
(djo/nvt)











































