Bupati MTB Diduga Palsukan Tandatangan Presiden SBY

Bupati MTB Diduga Palsukan Tandatangan Presiden SBY

- detikNews
Selasa, 29 Mei 2007 21:07 WIB
Jakarta - Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) Bitzael Salvester Temmar diduga memalsukan tandatangan Presiden SBY dalam pilkada akhir 2006 lalu. Polisi diminta menyelidiki.Dugaan tersebut disampaikan fungsionaris DPP Partai Golkar Dharma Oratmangun yang didampingi saksi kunci kasus itu Markus Kafroly, di Restoran Sari Minang,Jl Juanda, Jakarta, Selasa (29/5/2007)."Pemalsuan tandatangan surat itu berawal saat akan diselengggarakannya pemilihan Bupati MTB yang dilakukan 6 November 2006," kata Dharma.Menurut Dharma, sebelum pilkada dilakukan, pada tanggal 3 November 2006, Bitzael telah memerintahkan anggota tim suksesnya, Bung Etlat, agar Markus Kafroly, anggota timnya yang lain memalsukan tandatangan SBY. Pemalsuan dilakukan dengan memindahkan tandatangan asli presiden ke sebuah kertas putih.Kemudian kertas yang telah diberi tandatangan palsu itu kembali dicetak dengan isi perintah penangkapan terhadap mantan Bupati MTB J Oratmangun. Surat perintahpenangkapan itu tertanggal 27 Oktober 2006 yang ditujukan kepada polisi."Lalu surat itu disebarkan kepada masyarakat MTB hingga proses pemungutan suara berlangsung. Pada proses penghitungan, pihak Bitzael juga melakukan penggelembungan suara. Akhirnya mereka menang," ujar Dharma.Merasa curiga, Dharma langsung mengecek surat itu ke kantor kepresidenan. Ternyata, Presiden SBY tidak pernah membuat dan mengeluarkan surat perintahpenangkapan terhadap Oratmangun.Kasus pemalsuan ini, lanjut Dharma, telah dilaporkan ke Mabes Polri pada 2 Februari 2007 lalu dan dilaporkan ke SBY. "Namun hingga sekarang perkembangannya tidak jelas. Belum ada langkah tegas penyidikannya," tandas Dharma.Pengakuan Markus Kafroly, dia ketakutan untuk kembali ke Maluku. Alasannya, saksi lainnya yang bernama Jeffry Rehi ditemukan tewas terbunuh. Jefry saat itu ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan diatas KM Bandaneira."Jujur saja saya sangat takut kembali ke Maluku. Saya sudah berkali-kali diancam oleh oknum tim pemenangan Bitzael," keluh Markus yang mengenakan tutup muka danberkacamata hitam.Markus mengaku sudah tidak tahan lagi dengan ancaman yang dilakukan pihak Bitzael. Karenanya, dia telah lapor ke Polda Maluku.Akhir Desember 2006 lalu, di MTB dilakukan pemilihan kepala daerah yang akhirnya dimenangkan pasangan Bitzael-Barnabas Orno. Pasangan ini mengalahkan J Oratmangun yang merupakan mantan bupati. (zal/nvt)


Berita Terkait