Ada Upaya Politisasi Bencana Lumpur Sidoarjo
Selasa, 29 Mei 2007 16:37 WIB
Jakarta -
Hadirnya sejumlah tokoh dalam peringatan 1 tahun bencana lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, menunjukkan adanya upaya politisasi. Namun demikian, hal ini wajar dalam demokrasi.Hal tersebut disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf kepada detikcom melalui telepon, Selasa (29/5/2007)."Itu (politisasi) hal yang biasa, tidak aneh dalam demokrasi. Artinya para politisi berupaya mencari perhatian korban lumpur dengan hadir bahkan memberikan bantuan," kata Maswadi.Menurut Maswadi, kehadiran para tokoh politik ini bisa bersifat simbiosis mutualisme (saling menguntungkan). Mereka mendapat perhatian korban lumpur sekaligus melobi pemerintah untuk segera menuntaskan persoalan yang ada."Tapi kalau cuma ngomong doang, rakyat juga nanti tahu. Ini yang harus diwaspadai oleh rakyat, jangan sampai ada pendompleng di tengah bencana," ujar Maswadi.Tokoh yang hadir dalam peringatan setahun bencana lumpur itu adalah tokoh seperti mantan cawapres Sholahudin Wahid, mantan Gubernur jatim M Noer, Kemal Idris, Kharis Suhud, mantan Menteri Pertambangan Soebroto dan ahli ekonomi dari Surabaya Tjuk Sukiadi.
(djo/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































