Demonstrasi Perangkat Desa di Blitar Berakhir Bentrok

Demonstrasi Perangkat Desa di Blitar Berakhir Bentrok

- detikNews
Selasa, 29 Mei 2007 14:24 WIB
Jakarta - Demonstrasi yang dilakukan ratusan perangkat desa di Kabupaten Blitar berakhir bentrok. Mereka terlibat baku hantam dengan petugas setelah memaksa masuk ke kantor DPRD setempat, Selasa (29/5/2007).Bentrokan ini terjadi ketika sedikitnya 1.500 perangkat desa di Kabupaten Blitar menggelar aksi unjuk rasa menuntut kenaikan tunjangan penghasilan aparatur pemerintah desa.Dengan mengendarai ratusan sepeda motor dan truk, para perangkat desa ini bergerak ke kantor DPRD di Jl Ahmad Yani Blitar. Setibanya di sana, ratusan petugas gabungan dari Polres Blitar dan Satpol PP Kabupaten Blitar sudah menghadang di depan kantor dewan.Hal itu membuat para pengunjuk rasa hanya bisa melakukan orasi di depan halaman. Hamim, salah seorang perangkat Desa Jetlok Kecamatan Talun Kabupaten Blitar mengatakan, gaji dan tunjangan yang diterima perangkat desa selama ini masih jauh dari memadai. Akibatnya, meski menjabat sebagai aparatur pemerintahan, kehidupan ekonomi mereka sangat buruk."Kami menuntut kenaikan tunjangan yang sudah tidak memadai untuk hidup layak. Selama ini kami hanya dituntut bekerja dan mengabdi tanpa penghargaan," ujar Hamim dalam orasinya.Selain itu, para perangkat desa itu juga menuntut peningkatan Anggaran Dana Desa (ADD). Jika pada tahun 2006 lalu Pamkab Blitar mengucurkan dana sebesar Rp 21 Miliar, saat ini jumlah tersebut justru memgalami penurunan menjadi Rp 16 Miliar pada APBD 2007.Suasana mulai memanas ketika para pengunjuk rasa memaksa untuk masuk ke dalam kantor DPRD dan berdialog dengan dewan. Upaya itu mendapat perlawanan keras dari polisi dan Satpol PP yang membuat pagar betis di pintu pagar.Melihat hal itu, emosi para perangkat menjadi meluap untuk menerobos barikadepetugas. Dengan menggunakan truk mengangkut sound system, mereka menabrak pintupagar DPRD hingga rusak.Kenekatan para perangkat ini tak ayal memancing polisi dan petugas Satpol PP untuk menghalau para pengunjuk rasa keluar halaman kantor. Akibatnya, terjadi aksi baku hantam antara petugas dengan perangkat desa.Beruntung insiden tersebut tak berlangsung lama ketika Ketua DPRD Kabupaten Blitar M Taifuk mempersilahkan perwakilan perangkat desa masuk dan melakukan dialog. Sejumlah perangkat desa dan anggota satpol PP tampak mengalami luka memar akibat perkelahian itu. Hingga saat ini, perwakilan perangkat masih melakukan pembahasan dengan sejumlah anggota dewan dan Kabag Tata Pemerintahan Kabupaten Blitar, Agus Pramono."Kita akan mengajak mereka untuk menghitung ulang Dana Alokasi Umum yang kita miliki agar mengetahui plafon tunjangan bagi perangkat," ujar Agus sesaat sebelum dialog. (gik/mar)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads