Revitalisasi Kota Tua Jakarta
Senin, 28 Mei 2007 20:05 WIB
Jakarta - Revitalisasi kota tua di Jakarta penting dilakukan. Langkah ini bisa menaikkan potensi Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 15 sampai 20 persen. Demikian disampaikan Direktur Pasific Rim Council on Urban Development, Cornelis Dijkraaf, pada pembukaan seminar Revitalisasi Kota Tua di Hotel Borobudur, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Senin (28/5).Organisasi nirlaba internasional ini menyarankan revitalisasi bukan hanya mendatangkan turis. "Ini juga menghidupkan perekonomian lokal," ujar Dijkgraaf.Dijkgraaf mengatakan, hal terpenting dalam rencana ini adalah adanya komitmen yang jelas dari pemerintah. "Kalau sudah ada komitmen, warga akan ikut berpartisipasi tanpa diminta," ujarnya.Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen kuat menghidupkan kembali kota tua. "Aset seperti ini tidak bisa lagi ditemukan di tempat lain," ujarnya.Fauzi mengakui, selama ini Pemprov DKI Jakarta kurang memperhatikan kota tua. Upaya besar terakhir, kata dia, adalah pemugaran Museum Fatahillah (Staadhuis) di tahun 1970-an. "Setelah itu tidak ada gerak maju," kata Fauzi.Ia mengatakan pemugaran kawasan Pecinan di Glodok, Jakarta Barat, itu bisa membawa keuntungan ekonomis bagi Jakarta. Dalam rencana ini hal terpenting adalah komitmen dari masyarakat. "Karena pemerintah tidak memiliki tanah di sana, itu punya warga," imbuhnya.Tiga hari ke depan, arkeolog, sejarawan, usahawan dan akademisi berdiskusi untuk membentuk konsep revitalisasi ini. "Masukan dari forum akan menyempurnakan dan melengkapi perencanaan dan strategi revitalisasi Kota Tua," kata Fauzi.
(ptr/mar)











































