MRT di Bangkok Ternyata Tak Kurangi Kemacetan

MRT di Bangkok Ternyata Tak Kurangi Kemacetan

- detikNews
Senin, 28 Mei 2007 17:37 WIB
Jakarta - Pemerintah Thailand telah membangun jalur mass rapid transit (MRT) sepanjang 43 km di Bangkok. Sayang, pembangunan MRT ini tidak mengurangi kemacetan di negeri Gajah Putih itu secara signifikan.Hal itu diakui MRT Authority of Thailand Yen Chai di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (28/5/2007)."Memang tidak begitu berkurang, karena kita hanya ada 43 km. Sedangkan yang kita butuhkan lebih 200 km. Jadi kemacetan tidak signifikan berkurang," ujar Yen.Di Indonesia, MRT rencananya akan dibangun sepanjang 14,5 km. Jalur MRT untuk tahap pertama ini menghubungkan Lebak Bulus-Dukuh Atas.MRT rencananya akan dibangun 2009 nanti. Operator MRT baru akan dibentuk pada tahun 2008.Tahun 2009, Indonesia tidak hanya membangun MRT, tapi juga Multi Purpose Deep Tunnel (MPDT).Agar pembangunan dua mega proyek ini berjalan lancar tanpa menyebabkan kemacetan yang lebih parah di Jakarta, Yen menyarankan agar semua detil pembangunan dimasukkan ke dalam kontrak tanpa kecuali."Misalnya pengangkutan tanah harus dilakukan pada malam hari. Tanah tidak boleh keluar atau jatuh dari truk ke jalan. Jadi semua kegiatan pembangunan dilakukan pada malam hari, sehingga tidak mengganggu transportasi siang," saran Yen.Di Indonesia, dari MRT sepanjang 14,5 km, 4,5 km di antaranya berada di bawah tanah (subway) dilengkapi dengan empat stasiun bawah tanah dan delapan stasiun di permukaan tanah.Proyek ini didanai dari pinjaman JBIC dengan bunga sebesar 0,4 persen per tahun dan masa pengembalian selama 30 tahun. Kewajiban pengembalian 58 persen ditanggung Pemprov DKI dan 42 persen oleh pemerintah.Berdasarkan kesepakatan per 28 November 2006 lalu antara Pemerintah Indonesia dan Jepang, pembiayaan proyek ini dibagi menjadi dua tahap. Pertama, untuk studi engineering design dengan biaya sekitar 17,5 juta dolar AS.Kedua, untuk tahapan konstruksi proyek senilai kurang lebih 800 juta dolar AS.Untuk konsultan pembangunan MRT saat ini sudah ada tiga grup yang masuk dalam tahap prakualifikasi. Ketiga grup yang merupakan gabungan dari 22 perusahaan lokal dan 10 perusahaan Jepang itu adalah Pacific Consultant International, Nippon Koei, dan Katahira.Ketiga grup yang seluruhnya dipimpin oleh perusahaan Jepang ini masih akan dievaluasi oleh Dephub sebelum diserahkan kepada JBIC untuk ditentukan pemenangnya. Evaluasi diperkirakan selesai awal Juni mendatang. (umi/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads