DPR Minta Perjanjian Pertahanan RI-Singapura Direvisi

DPR Minta Perjanjian Pertahanan RI-Singapura Direvisi

- detikNews
Senin, 28 Mei 2007 17:36 WIB
Jakarta - Komisi I DPR meminta pemerintah memperbaiki penyusunan implementasi kerjasama pertahanan (DCA) Indonesia-Singapura. Harus ada poin yang menguntungkan Indonesia.Demikian dikatakan Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga saat membacakan keputusan rapat kerja dengan Menhan Juwono Sudarsono dan Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/5/2007)."Mayoritas anggota Komisi I menilai perjanjian DCA merugikan kita. Karena itu, kami minta perjanjian itu diperbaiki dengan memasukan antisipasi ancaman lingkungan. Sejauh mana hak kita menggunakan alutsista mereka dan batasan lokasi latihan," kata Theo.Menanggapi itu, Juwono berjanji akan menampung usulan tersebut. Namun, Juwono meminta agar anggota DPR khususnya Komisi I tidak khawatir dan takut dengan perjanjian ini."Kita akan pertimbangkan masukan itu, karena pertemuan ini hanya mencari masukan. Tidak ada yang mengikat. Saya tegaskan kita harus percaya diri, jangan takut dan jangan khawatir," ujarnya.Menurut Juwono, dalam implementasi DCA sudah diatur mengenai kompensasi terhadap nelayan yang terganggu akibat latihan bersama RI-Singapura. Selain itu ada kompensasi kemungkinan kerusakan lingkungan di Indonesia akibat latihan yang akan ditanggung oleh Singapura.Raker ini berjalan cukup alot khususnya saat membahas kerjasama pertahanan Indonesia-Singapura. Mayoritas anggota Komisi I berpendapat kerja sama ini tidak menguntungkan. Namun, pemerintah yakin dapat memperbaiki kemampuan alutsista dan pertahanan. (fay/mar)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads