Ibu dan Anak Tewas Diamuk Gajah
Senin, 28 Mei 2007 16:27 WIB
Lampung - Nasib malang dialami keluarga petani kopi. Mereka mendadak menjadi sasaran amuk gajah. Seorang ibu dan anaknya tewas setelah menjadi bulan-bulanan gajah liar tersebut. Sepasang suami istri petani kopi itu hidup dengan dua anaknya di Desa Ulu Semong, Kabupaten Tanggungmas, Provinsi Lampung. Desa mereka ini tidak jauh dari kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Satu keluarga ini merupakan bagian dari beberapa warga lainnya, yang hidup bertanam kopi di Lampung. Naas bagi satu keluarga ini, mereka diserang mendadak oleh delapan ekor gajah liar. "Saat gajah menyerang mereka, bapaknya berhasil membawa lari satu orang anaknya. Sedangkan satu anak lagi bersama ibunya tidak sempat menyelamatkan diri. Walhasil ibu dan anak itu menjadi korban amuk gajah," kata Akting Projek Lider WWF Indonesia, Nurchalis Fadli dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (28/5/2007). Fadli menjelaskan, Desa Ulu Semong yang masih dalam satu kawasan hutan lindung ini, selama ini merupakan wilayah jelajah gajah. Wilayah ini menghubungkan hutan lindung ke kawasan taman nasional. "Sekitar kawasan hutan lindung itu, banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari bertanam kopi. Padahal selama ini desa itu juga bagian dari jalur gajah dalam mencari makan. Karena itu konflik antara gajah dan manusia tidak bisa dihindari di kawasan desa itu," kata Fadli. Fadli menjelas konflik gajah dengan manusia yang telah menelan korban jiwa ibu dan anak itu, terjadi pada Jumat 25 Mei malam. Kedua korban tinggal di sebuah gubuk yang dijadikan tempat pemondokan bila mereka tengah berkerja di kebun kopi. "Malam itu mendadak mereka melihat sekawanan gajah mengarah ke gubuk mereka. Suami istri ini pun mencoba menghindar. Tapi malang bagi ibu dan anak itu tidak dapat menyelamatkan diri," terang Fadli sembari menjelaskan, pihaknya belum mengetahui identitas korban. Jasad kedua korban ibu dan anak itu, kata Fadli malam itu juga berhasil ditemukan warga setelah menerima laporan dari suaminya yang berhasil menyelamatkan diri. "Setelah gajah liar meninggalkan gubuk warga berdatangan. Jasad korban keesokan harinya baru dikebumikan," terang Fadli.
(cha/djo)











































