Inu Bawa 'Violence in IPDN' ke Perserikatan Bangsa-Bangsa
Senin, 28 Mei 2007 16:17 WIB
Sumedang - Sosok Inu Kencana yang mengungkap kekerasan di kampus IPDN menarik perhatian dunia. Tanggal 7 Juni 2007, Inu diundang ke kantor perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jakarta. Inu diminta memberikan testimoni mengenai kekerasan yang berlangsung bertahun-tahun di kampus pencetak pamong praja tersebut. Dia sudah menyiapkan testimoni dengan judul 'Violence in IPDN'. "Saya diundang melalui telepon oleh petugas dari kantor PBB. Mereka minta saya memberikan testimoni mengenai kekerasan dan juga tekanan yang saya dapatkan di kampus," ujar Inu di rumah dinasnya Komplek dosen IPDN, Jalan Raya Jatinangor-Sumedang, Senin (28/5/2007).Ditanya apa yang akan dipaparkannya di hadapan perwakilan PBB, Inu mengatakan, dirinya akan menyusun testimoni sekitar 2 lembar dalam bahasa Inggris dengan judul 'Violence In IPDN.' Dia mengaku akan menceritakan mengenai sepak terjangnya dalam mengungkap kebenaran di Kampus IPDN. "Awalnya, saya akan bercerita kalau saya ini guru. Saya ingin memperbaiki kondisi di IPDN yang penuh dengan pemukulan, minum muntah, disiksa. Tapi niat baik ini malah dianggap melawan," kata Inu sambil mengeluarkan siulan yang sudah menjadi ciri khasnya.Inu mengatakan, dirinya tidak memerlukan izin dari lembaga mengenai keberangkatannya ke Kantor Perwakilan PBB. "Buat apa saya minta izin dulu, ngga ada urusannya. Saya kan datang atas nama pribadi," kata Inu yang mengaku akan datang sendiri. "Anak saya sedang sakit, istri saya temani dia."Disinggung akan mengenakan pakaian apa saat memenuhi undangan dari PBB, Inu mengaku tidak akan mempersiapkan pakaian khusus. "Ya seperti biasa, saya hanya mengenakan kemeja biru dengan lengan digulung," ujar Inu sambil tertawa.
(ern/asy)











































