Minta MUI Panggil Inu, Endang Menangis Dituduh Injak Alquran
Senin, 28 Mei 2007 15:48 WIB
Jakarta - Tulisan Dosen IPDN Inu Kencana dalam buku "IPDN Undercover" membuat hati Endang Tri Asih miris. Dia pun menitikkan air mata sambil menepis rangkaian kata Inu."Saya sampai menangis saat membaca tulisan itu. Apakah nama ETA itu saya? Karena hanya satu orang yang menjurus kepada inisial ETA. Yaitu Endang Tri Asih. Itu saya," ujar staf pengajar dan kasubag administrasi keprajaan IPDN di kantor MUI, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (28/5/2007).Dia menyampaikan hal tersebut usai menemui MUI untuk meminta bantuan MUI memanggil Inu dan mengklarifikasi siapa inisial ETA tersebut.Dalam buku "IPDN Undercover" halam 218, Inu menulis ETA menganut aliran sesat dan melakukan ritual menginjak-injak Alquran sambil telanjang bulat."Demi Allah dan Rasulullah, saya tidak pernah melakukan itu. Alquran adalah kitab tertinggi bagi seorang muslim. Saya sangat menghormati Alquran," sumpah Endang yang mengenakan baju dan jilbab hijau.Endang menjelaskan, awalnya teman-teman di kantornya mengajurkan agar tidak memperpanjang masalah itu. Namun saat dirinya didatangi para alim ulama, berubahlah pikirannya."Setelah saya klarifikasi dan hal itu tidak benar, maka para ulama mengajak untuk bersama-sama mencari solusi atas persoalan ini," kata Endang yang didampingi kuasa hukum IPDN Reiynhard Chrisman Marpaung dan 10 praja wanita.
(nik/sss)











































