Presiden Tak Populer Sebaiknya Tidak Pemarah
Senin, 28 Mei 2007 09:39 WIB
Jakarta - Saat popularitas presiden sedang menurun, sebaiknya tensi emosi dikurangi. Jika presiden tampak pemarah, justru semakin menjatuhkan citranya sendiri di mata masyarakat."Kecuali sedang ngetop banget, tentu masih punya peluang untuk marah. Tapi saat ini kan dia sedang tidak sepopuler saat awal memerintah dulu," ujar pakar komunikasi politik UI Effendi Ghazali kepada detikcom, Senin (28/5/2007).Secara kontekstual, bantahan Presiden SBY yang merasa difitnah capres 2004 Amien Rais terkait aliran dana nonbujeter DKP dan bantuan asing menjadi tidak tepat. Apalagi bantahan itu disampaikan dalam jumpa pers khusus di halaman Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan."Paling tidak bahas soal ekonomi dulu, minyak goreng dulu. Ini kan tidak. Hanya Amien Rais saja. Seakan-akan jumpa pers itu spesial untuk membahas Amien Rais. Memangnya masalah bangsa ini cuma soal Amien Rais," kata Effendi.Hal lain yang patut disesali adalah adalah bantahan langsung oleh presiden. "Tim sukses saja kan sudah cukup untuk membantah. Tidak perlu presiden yang langsung bicara, apalagi fakta-faktanya juga sudah ada," pungkasnya.
(fiq/sss)











































