Incar Kaum Muda, Partai Pemuda Indonesia Dideklarasikan

Incar Kaum Muda, Partai Pemuda Indonesia Dideklarasikan

- detikNews
Minggu, 27 Mei 2007 13:47 WIB
Jakarta - 9 Tahun reformasi dinilai tidak membawa hasil maksimal. Pemuda dan mahasiswa sebagai pendorong gerakan reformasi kini malah dipinggirkan dari politik. Saatnya kaum muda tampil ke depan mengambil alih kepemimpinan.Demikian salah satu bunyi pidato politik Ketua Partai Pemuda Indonesia (PPI) Hasanuddin Yusuf dalam Deklarasi PPI di Tugu Proklamasi, Cikini, Jakarta, Minggu (26/5/2007).Deklarasi yang dihadiri sekitar 1.500 pendukung dan simpatisan PPI tersebut berlangsung meriah. Kawasan Tugu Proklamasi berubah menjadi oranye dengan spanduk, umbul-umbul, bendera dan berbagai atribut PPI."Kelahiran PPI untuk mengambil alih kepemimpinan dari kaum tua," kata Hasanuddin yang disambut sorak-sorai pendukung PPI.Menurut Ketua DPP KNPI itu, sejarah telah mencatat sejak zaman pergerakan kemerdekaan, pemudalah yang selalu tampil ke depan. "Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi 1945, Tritura 1966 yang meruntuhkan rezim orde baru dan gerakan reformasi 1998. Semuanya dipelopori oleh pemuda," papar Hasanuddin.Dia menambahkan, pada pemilu 2004 lalu dari 550 kursi DPR, hanya 33 orang (6%) anggota DPR yang berasal dari kaum muda. "Ini tidak sebanding dengan jumlah pemuda Indonesia yang mencapai sekitar 80,7 juta orang dari total 220 jura rakyat Indonesia," cetus Hasanuddin."Partai Pemuda Indonesia lahir untuk menjawab tantangan dab permasalahan kebangsaan dan kepemudaan Indonesia kini dan akan datang," imbuh Hasanuddin yang disambut tepuk tangan pendukung PPI.Hasanuddin yakin, dengan mengusung aspirasi kaum muda, PPI akan menjadi salah satu partai alternatif yang mampu bersaing dalam pemilu 2009 nanti. Dia juga menegaskan, PPI tidak akan memanfaatkan jaringan organisasi KNPI yang ada. Karena dalam KNPI setiap anggotanya bebas menyalurkan aspirasi politiknya."Saya jamin KNPI akan terbebas dari PPI. Banyak pengurus KNPI yang menjadi pengurus partai-partai lain," tandasnya. (bal/ary)



Berita Terkait