Mulyana: Dana Asing untuk Capres Lewat LSM dan Tim Sukses Daerah
Minggu, 27 Mei 2007 00:07 WIB
Jakarta - Mantan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mulyana W Kusama mengakui sebenarnya saat itu dicurigai adanya aliran dana tidak jelas dan dana asing dalam Pilpres 2004. Dana itu kebanyakan mengalir ke sejumlah LSM partisan dan tim sukses di daerah."Ini perlu penelusuran dan pembuktian yang lebih jauh," kata Mulyana W Kusama yang ditemui detikcom di Lembaga Pemasyarakatan Salemba, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Sabtu (26/5/2007).Dijelaskan Mulyana, saat itu kurang lebih sekitar 60-an LSM yang telah mendaftarkan diri ke KPU sebagai pemantau pemilu. Kebanyakan LSM ini didanai pihak asing seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan Kanada."Mereka mengaku independen, tapi dari catatan kami ada kecenderungan mereka tidak murni independen dan condong partisan," jelas Mulyana.Mulyana juga mengatakan, KPU mengetahui pelaksanaan kampanye dan dana yang mengalir tersebut. Hanya saja, karena tim sukses di daerah tidak terdaftar seperti tim sukses capres yang resmi, KPU tidak bisa masuk ke wilayah gelap ini untuk mengetahuinya.Hal ini disebabkan UU KPU tidak memberikan wewenang bagi KPU untuk mengaudit lembaga maupun individu lain yang terkait pemilu di luar parpol, capres beserta tim suksesnya. Akibatnya aliran dana ilegal yang masuk ke LSM dan tim sukses daerah ini tidak bisa diverifikasi secara benar."Tapi keyakinan saya kuat bahwa dugaan kami itu memang benar. Kalau mau telusurinya, LSM partisan dan tim sukses daerah ini harus diaudit," tegas Mulyana.Mulyana menyatakan, KPU memang akan membuka aliran dana yang janggal kepada capres tersebut kepada publik. PPATK harus menelusuri juga adanya dugaan aliran dana asing ke sejumlah LSM partisan dan tim sukses daerah tersebut.
(zal/ken)











































