Jarang Makan Kok Tetap Gemuk

Jarang Makan Kok Tetap Gemuk

- detikNews
Sabtu, 26 Mei 2007 13:40 WIB
Jakarta - Anda kerap melewatkan waktu makan agar berat badan berkurang? Namun ternyata berat badan Anda tidak berubah. Apa yang salah?"Karena orang cenderung melewatkan makan pagi agar makan siangnya bisa banyak. Ternyata sering kali kalori di makan siangnya melebihi yang dibutuhkan," jelas dokter gizi klinik RS Siloam Lippo Karawaci Endang Darmoutomo.Hal itu disampaikan dia dalam seminar bertajuk 'Lingkar Pinggang & Kolesterol Berkurang, Kesehatan Bertambah' di Balai Kartini, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Sabtu (26/5/2007).Kebiasaan dan pola makan yang baik bisa menjaga berat badan ideal. Dan yanglebih penting lagi, lanjut Endang, kesehatan tetap terjaga."Jangan menghindari sarapan agar keseimbangan gula darah terjaga dan tidak ada kecenderungan meningkat," imbuh alumnus Fakultas Kedokteran UI ini.Sedangkan untuk makan malam, sebaiknya dilakukan tiga jam sebelum tidur."Yang penting juga, bukan menurunkan berat badan, tetapi menurunkan lemak,"tambah dia.Endang menjelaskan, sebagian besar tubuh manusia terdiri atas air. Bila air dikeluarkan, maka berat badan seseorang bisa berkurang.Untuk kaum perempuan, jumlah kalori yang dibutuhkan adalah 1.000-1.200 kkal/hari. Sedangkan untuk kaum pria, yang dibutuhkan adalah 1.200-1.600kkal/hari.Bila seseorang hanya makan buah atau makanan kecil, tentu saja ada asupan kalori. "Jadi kalau sudah makan sebuah apel atau semangkuk sayur, bukan berarti kita belum makan," lanjut Endang.Dia menuturkan, satu apel memiliki 80 kalori. Sedangkan mangga berkalori 134. Dan dua biji durian mempunyai 350 kalori."Satu potong pizza punya 440 kalori. French fries 350 kalori, dan minuman cola punya 151 kalori. Jadi hati-hati makan makan cepat saji," bebernya. (nvt/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads