Tak Mau Hadirin Bosan, SBY Potong Naskah Pidato Hardiknas

Tak Mau Hadirin Bosan, SBY Potong Naskah Pidato Hardiknas

- detikNews
Sabtu, 26 Mei 2007 13:06 WIB
Sleman - Rupanya Presiden SBY tak ingin hadirin merasa bosan dengan keterangan panjang lebar yang disampaikannya. Naskah pidatonya pun dikorting alias dipotong."Tadi malam, selesai bertemu dengan beberapa menteri untuk membahas masalah pemerintahan, saya menerima dan memeriksa naskah sambutan Hari Pendidikan Nasional. Tebal sekali naskahnya dan banyak sekali angkanya," kata SBY saat memulai pidatonya.Hal ini disampaikan dia saat memberikan sambutan dalam acara puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional di Taman Sila, Kompleks Candi Prambanan, Sleman, DIY, Sabtu (26/5/2007).Turut Hadir Mendiknas Bambang Sudibyo, Menko Perekonomian Boediono, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto."Saya berpikir, kalau dibacakan nanti, bisa kamisolen (salah-salah). Karena biasanya angka, persentase, dan jumlah akan banyak menghambat dan akan menjadi hambatan, sehingga menjadi tidak lancar membaca," ujarnya.SBY pun kemudian berkomunikasi dengan Mensesneg Hatta Rajasa agar naskah sambutan itu sesedikit mungkin."Supaya hadirin tidak capek mengingat-ngingat angka dan persentase," ujar SBY. Hadirin pun senyam-senyum geli mendengarnya."Saya beruntung, bagian angka dan persentase sudah dibacakan Pak Bambang Sudibyo, Pak Boediono, dan kedua gubernur. Jadi sambutan ini mudah-mudahan sesedikit mungkin angka-angkanya," kata SBY.PendidikanDalam pidatonya, SBY mengatakan, bangsa Indonesia tidak akan maju kalau pendidikannya tidak bermutu. Tidak akan bisa mengolah sumber daya alam yang dimiliki kalau standar pendidikannya rendah.Indonesia juga tidak akan mampu dan menjadi terkenal kalau tingkat pendidikannya rendah. Kita juga tidak akan pernah menjadi terhormat dan menang kompetisi kalau mutu pendidikan kalah dengan negara lain."Karena itu mari kita tingkatkan mutu pendidikan di negeri ini, karena itu penting untuk pembangunan bangsa," ajaknya.SBY juga mencetuskan setahun tahun gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang telah merusak banyak fasilitas dan prasarana masyarakat."Tapi fasiiltas yang hancur saat ini sudah bisa dibangun lagi, sehingga ini bisa menjadi contoh ke depan bagi kita," kata SBY.Usai berpidato, SBY menyaksikan pameran foto di sebelah kiri tenda VIP. Dia menyaksikan foto-foto perbandingan bangunan sekolah di Yogya yang hancur karena gempa dengan yang sudah dibangun kembali, baik yang didanai APBN dan bantuan asing. (sss/umi)


Berita Terkait