Pertemuan Menlu ASEM Bahas Hubungan Lanjut Asia-Eropa

Uni Eropa

Pertemuan Menlu ASEM Bahas Hubungan Lanjut Asia-Eropa

- detikNews
Sabtu, 26 Mei 2007 00:05 WIB
Brussel - Akan dibicarakan sejumlah isu dengan cakupan luas, dari pembangunan di Irak dan Timur Tengah hingga energi, iklim, kebudayaan dan dialog antarkeyakinan.Para Menlu atau pewakilannya dari 43 negara-negara ASEM (The Asia-Europe Meeting) akan menggelar pertemuan di Hamburg, 28-29/5/2007. Pertemuan tingkat Menlu ASEM ke-8 ini akan membicarakan sejumlah isu dengan cakupan luas, dari pembangunan di Irak dan Timur Tengah hingga energi, iklim, kebudayaan dan dialog antarkeyakinan.Komisaris Eropa untuk Hubungan Luarnegeri Benita Ferrero-Waldner dalam kesempatan itu akan menyampaikan maksud komisi untuk pembentukan sebuah Fasilitas Dialog sebagai bagian dari program bantuan 2007-2013 untuk kerjasama regional di Asia."Fasilitas Dialog ini akan memungkinkan kesepahaman lebih mendalam dan kesinambungan lebih besar dalam menangani isu-isu hangat seperti lingkungan, ekonomi dan finansial, ketenagakerjaan dan sosial politik, serta dialog antarkebudayaan," kata Ferrero-Waldner dalam siaran pers Uni Eropa, Jumat (25/5/2007).Ditambahkan, Fasilitas Dialog itu akan menyediakan peluang lebih banyak untuk saling belajar dari pengalaman masing-masing. "Melihat kontribusi ASEM yang luarbiasa dalam pendalaman hubungan Asia-Eropa dalam kurun sepuluh tahun lalu, saya yakin akan nilai tambah ASEM sebagai forum multilateral untuk pembangunan lebih lanjut dari hubungan kita," demikian Ferrero-Waldner.Pertemuan Hamburg itu akan menjadi Pertemuan Pertama Tingkat Menlu sejak pertemuan ASEM terakhir di Helsinki (2006), yang memutuskan untuk menerima India, Mongolia, Pakistan, Bulgaria, Rumania dan Sekretariat ASEAN sebagai mitra baru ASEM.Melalui pembukaan bersejarah ke arah Asia Selatan ini, keanggotaan ASEM kini mencakup hampir 60% penduduk dunia dan 60% perdagangan dunia. Ini memperkuat peran ASEM sebagai forum utama untuk hubungan Asia-Eropa dan kapasitasnya untuk mempengaruhi agenda global.Pertemuan ASEM di Helsinki tahun lalu menandai ultah ASEM ke-10 dan membentuk peta jalan ke dekade kedua. Ini termasuk memperkuat multilateralisme dan menyambut ancaman global, globalisasi dan kemampuan bersaing, pembangunan berkesinambungan, serta dialog antarkeyakinan.Inisiatif ASEM meliputi seminar informal tentang HAM hingga pertemuan kelompok kerja tentang hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau penilaian standar dan konformitas. Pertemuan Menlu di Hamburg itu juga akan menjadi awal persiapan untuk pertemuan ASEM berikutnya, yang akan digelar di Beijing pada Oktober 2008. (es/es)


Berita Terkait