Sniper Hadang Pengungsi Palestina untuk Pulang
Jumat, 25 Mei 2007 23:17 WIB
Libanon - Langkah ribuan pengungsi Palestina ke kampung halamannya tertunda. Saat hendak keluar dari tempat pengungsian Nahr el Bared di Libanon, serangan penembak jitu (sniper) menghalangi niat mereka."Mereka mau pergi, tapi mereka takut pada sniper," tutur salah seorang pengungsi Issa Sayed (49), seperti yang dilansir AFP, Jumat (25/5/2007)."Mereka tiba di jembatan sekitar jam 4 sore, tapi tiba-tiba terdengar 2 suara tembakan. Lalu mereka berbalik kembali," ujar Issa yang sedang berdiri di luar tempat pengungsian sambil berharap 15 kerabatnya yang masih berada di dalam tempat pengungsian bisa segera keluar.Para saksi mengatakan tidak ada seorang pun pengungsi yang diizinkan meninggalkan tempat penampungan. Tetapi hal itu dibantah oleh salah seorang petugas jaga."Tiap orang bisa keluar tanpa halangan. Hanya saja yang dilarang itu, masuk ke dalam (tempat pengungsian), kata petugas itu.Konflik senjata terjadi antara militer Libanon dengan kelompok Fatah al Islam. Pengungsi mulai kembali ke kampung halamannya setelah pada Selasa, 22 Mei lalu, Fatah al Islam mengumumkan gencatan senjata.
(gah/gah)











































