SBY Sentil Amien di Bawah Lindungan Pohon

SBY Sentil Amien di Bawah Lindungan Pohon

- detikNews
Jumat, 25 Mei 2007 21:18 WIB
SBY Sentil Amien di Bawah Lindungan Pohon
Jakarta - Pernyataan terbuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang Amien Rais benar-benar menyentak. Di luar dugaan wartawan sebelumnya. Di bawah pohon yang rindang di taman Istana Kepresidenan, Jumat (25/5/2007), SBY merasa telah diperolok-olok Amien Rais. Puluhan wartawan yang meliput di Istana Kepresidenan pun tidak menyangka bila keterangan pers Presiden SBY mengenai dana non-bugeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dan isu dana asing dalam Pilpres 2004 lalu bakal menjadi berita utama. Bahkan mungkin masalah ini akan menjadi bahan polemik hingga beberapa hari mendatang. Sebelumnya wartawan memperkirakan Presiden hanya memberikan pernyataan normatif untuk lebih menegaskan bantahan yang telah disampaikan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng. Sebelumnya Andi telah menegaskan bahwa tim kampanye SBY-JK tidak pernah menerima kucuran dana DKP dan pihak asing.Apalagi, dalam keterangan pers akhir pekan ini, SBY mengambil lokasi di taman tengah kompleks Istana Kepresidenan. Biasanya pemilihan lokasi ini didasarkan pertimbangan visual untuk memunculkan suasana akrab dan informal. Sepanjang perjalanan bersama Mensesneg Hatta Rajasa dan Seskab Sudi Silalahi dari Masjid Baiturahim hingga Istana Negara usai salat Jumat, Presiden SBY masih sempat menyapa wartawan seperti biasa. Meski sebenarnya pembicaraan antara ketiganya di dalam caddy car terlihat amat serius. Tapi prediksi wartawan di atas berubah begitu melihat Presiden SBY menuju taman dari Istana Negara. Untuk ukuran keterangan pers yang ringan dan normatif, jumlah anggota rombongan yang mengiringinya terlalu besar. Selain dua menteri di atas, juga ada dua juru bicara, belasan orang anggota Paspampres dan para staf. Bandingannya adalah ketika Presiden SBY pertama kali memastikan mengenai reshuffle kabinet pada 19 April lalu.Dalam pernyataan yang disampaikan dalam format doorstop lepas salat Jumat itu, Presiden SBY hanya dikawal Jubir Andi Mallarangeng. Tidak ada podium, panggung maupun sound system khusus seperti sore tadi. Dan ketika jarak antara kerumunan wartawan dengan rombongan presiden yang berjalan di koridor timur makin dekat, baru terasa aura ketegangan. Raut wajah SBY lebih keras dari biasanya. "Waduh, bapak bad mood nih," gumam seorang wartawan senior. Kurang dari tiga menit, dua alenia pertama pernyataan Presiden SBY di bawah kerindangan pohon tua itu membuktikan kekhawatiran di atas. "Lebih dua setengah tahun saya emban tugas sebagai Kepala Negara. Selama ini saya terus menahan diri dan tak ingin tanggapi komentar, kecaman, serangan dengan kata-kata bahkan tindakan memperolok-olok saya oleh saudara Amien Rais di berbagai forum dan kegiatan publik," ungkap SBY. (lh/asy)


Berita Terkait