SBY Tak Tahan Diolok-olok Amien Rais 2,5 Tahun

SBY Tak Tahan Diolok-olok Amien Rais 2,5 Tahun

- detikNews
Jumat, 25 Mei 2007 17:43 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata menyimpan kejengkelan menahun kepada Amien Rais. Siang ini perasaan yang lama terpendam itu pun akhirnyaterkuak ke publik. "Lebih dua setengah tahun saya emban tugas sebagai Kepala Negara. Selama ini saya terus menahan diri dan tak ingin tanggapi komentar, kecaman, serangan dengan kata-kata bahkan tindakan memperolok-olok saya oleh saudara Amien Rais di berbagai forum dan kegiatan publik," ungkap SBY dengan suara bergetar. Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan secara khusus di halaman kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (25/5/2007). Pemicu pengakuan presiden adalah opini yang dikembangkan Amien Rais dua pekan terakhir, yakni tentang adanya pasangan capres-cawapres yang semasa kampanyePilpres 2004 juga menerima dana non-bugeter Departemen Kelautan dan Perikanan(DKP) dan bantuan dari Washington, AS.Amien Rais memang tidak pernah menyebut secara terbuka indentitas pasangan capres-cawapres yang dimaksudnya. "Publik tahu arah opini yang dibangun itu pasangan SBY-JK, atau paling tidak tim kampanye SBY-JK juga menerima dana DKP yang bermasalah itu. Secara tidak langsung juga diopinikan yang menerima dana asing itu juga SBY-JK," ujar SBY..Hal lain yang makin menguatkan dugaannya bahwa pasangan capres-cawapres yang dituju adalah SBY-JK, ada di dalam pernyataan Amien Rais dalam sebuah kesempatan wawancara jarak jauh dengan sebuah stasiun televisi swasta nasional pada 16 Mei 2007. Presiden SBY kemudian mengutip pernyataan mantan saingannya pada Pilpres 2004 dalam wawancara yang mengangkat isu adanya pasangan capres-cawapres mendapat dana dari Washington. "Semua yang pernah menerima dana asing untuk membeberkannya ke atas meja. Walaupun tidak usah membatalkan presiden atau apa pun," ujar SBY mengutip Amien. "Semula saya benar-benar tidak ingin menanggapi isu seperti ini, tapi akhirnya saya pandang perlu menyampaikan penjelasan langsung, karena isu atau fitnah ini telah menjangkau kehormanatan dan nama baik saya yang dilindungi secara hukum. Ini keterlaluan, fitnah yang kejam, naudzubillah," cetus SBY. (lh/umi)


Berita Terkait