Tak Sanggup Bayar Taksi, Bagia Nyaris Dikeroyok Massa

Tak Sanggup Bayar Taksi, Bagia Nyaris Dikeroyok Massa

- detikNews
Jumat, 25 Mei 2007 17:21 WIB
Jakarta - Bagia Ramli (53) benar-benar nekat. Meski tidak punya sepeser uang, dia setuju diajak temannya pergi naik taksi dan makan enak di restoran Padang. Ternyata, itu hanya akal bulus temannya saja. Begitu ditagih ongkos taksi dan makan, dia tidak sanggup bayar dan nyaris dikeroyok warga.Kemarahan terhadap penghuni RT 05 RW 10, Bintara 3, Pondok Kopi, Jakarta Timur itu terjadi Kamis 24 Mei malam.Lelaki yang dua tahun lagi pensiun dari tempatnya bekerja di Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai (KPLP)Tanjung Priok itu nyaris digebuki di depam RM Padang Sinar Alam, Jalan Sulawesi, Tanjung Priok, Jakarta Utara.Bagia mengaku tidak sempat bawa uang banyak dari rumahnya saat dijemput rekannya, Iksan, mantan bawahannya di KPLP. Saat itu dia langsung pergi begitu diajak Iksan. Dia terlalu gembira karena diiming-imingi bisnis HP menggiurkan oleh rekannya itu."Saya tidak curiga. Sebelum ke Tanjung Priok mampir ke Gambir menjemput dua teman Iksan," ungkap Bagia di Markas KPLP, Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (25/5/2007).Dengan menggunakan Golden Taksi yang dikemudikan Oji (25), keempat orang ini kemudian meluncur ke Tanjung Priok untuk mengambil beberapa HP yang dijanjikan. "Sebelum mencapai lokasi, Iksan mengajak makan dulu. Sopir taksi juga diajak makan," cerita Bagia dengan tampang memelas.Usai makan itulah, kepanikan terjadi. Iksan bersama kedua rekannya pergi meninggalkan rumah makan tanpa kembali lagi. Alasan yang diberikan ke Bagia, Iksan akan mengambil HP tersebut."Ya bingung. Ditunggu hampir satu jam nggak kembali-kembali. Padahal argo taksi sudah mencapai Rp 108.000. Makan mencapai Rp 40.000. Saya nggak bawaduit," ucap pria kurus ini.Melihat gelagat tidak menyenangkan, sopir taksi dan pemilik rumah makan kemudian menghampiri tukang ojek yang mangkal di depan restoran itu. Tidak lama kemudian, puluhan tukang ojek menghampiri dan langsung mencengkeram baju Bagia. Mereka marah karena Bagia menolak membayar argo taksi dan makan. "Hampir dijotosin ramai-ramai. Untung ada yang mengenali saya kerja di KPLP, sehingga nggak jadi bulan-bulanan," ujarnya sedih. (Ari/umi)


Berita Terkait