88 Anak Dukun Beranak Disekolahkan Gratis Jadi Bidan
Jumat, 25 Mei 2007 16:16 WIB
Jakarta - Di daerah sangat terpencil, persalinan masih banyak yang dibantu dukun beranak. Guna mengurangi angka kematian ibu saat melahirkan, Departemen Kesehatan (Depkes) pun menyekolahkan anak-anak sang dukun beranak untuk menjadi bidan. "Kita menyekolahkan anak dukun beranak dan kerabatnya untuk menjadi bidan. Mereka akan lulus bulan Juli nanti," kata Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat dr Sri Astuti Suparmanto.Hal ini disampaikan Astuti di Gedung Depkes, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2007).88 Calon bidan itu disekolahkan gratis di 4 Politeknik Kesehatan di Jakarta, Jambi, Bandung dan Malang. Mereka berasal dari daerah sangat terpencil di Jambi, Pekanbaru, Bengkulu, Kepulauan Seribu, Indramayu, Pangandaran, Sukabumi, Jawa Timur bagian selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT)."Kita memberi insentif untuk bidan di daerah sangat terpencil Rp 2,5 juta per bulan. Kalau di daerah terpencil belum ditetapkan, tetapi lebih dari Rp 1 juta dan kurang dari Rp 2 juta," katanya.Ketua II Ikatan Bidan Indonesia Yumiarni Ilyas menambahkan, dana untuk biaya sekolah dari Ford Fondation."Kita juga kerja sama dengan Yayasan Kesehatan Perempuan dan Depkes," ujarnya.
(aan/umi)











































