Eks Gubernur Kalsel Sjachriel Pakai APBD Tanpa Bukti Pengeluaran
Jumat, 25 Mei 2007 14:05 WIB
Jakarta - Mantan Gubernur Kalsel Sjachriel Darham memperlakukan APBD seperti uang pribadi saja. Setiap menggunakan APBD, Sjachriel tak melaporkan bukti-bukti pengeluaran.Hal itu diakui saksi mantan Sekda Kalsel Baderani dalam persidangan korupsi APBD dengan terdakwa Sjachriel di PN Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (25/5/2007).Sekda selaku pelaksana administrasi hanya menandatangani kwitansi pengeluaran. Namun untuk apa dana dikeluarkan, Baderani selaku Sekda saat itu tidak tahu."Kwitansi pengeluaran sudah ditandatangani gubernur, siapa pun sekdanya pasti akan tanda tangan juga," ungkap Baderani di hadapan majelis hakim yang diketuai Moefri."Loh, mengapa Anda tandat tangan kalau tak ada bukti pengeluaran?" tanya pengacara Sjachriel, Juan Felix Tampubolon."Barangkali Bapak kalau jadi Sekda seperti saya tidak mungkin tidak menandatangani kwitansi pengeluaran itu," jawab Baderani. Pernyataan itu sontak membuat penonton sidang dan Sjachriel tertawa.Dana APBD yang dipakai Sjachriel adalah pos biaya penunjang operasional dan taktis operasional gubernur. Berdasarkan PP 109/2000, pos tersebut bisa mencapai Rp 1 miliar per tahunnya.Dalam dakwaan jaksa penuntut umum yang diketuai Suharto, Sjachriel diketahui menggunakan APBD untuk keperluan pribadi atau orang lain Rp 8.381.750.531. Hal itu dilakukan Sjachriel antara 2001-2004.JPU menemukan bukti Sjachriel membelanjakan APBD untuk pembelian handphone, kredit mobil, biaya ulang tahun anak, dan sebagainya.
(aba/asy)











































