Praja IPDN Resmi Laporkan Inu, Tak Gentar Gertakan 100 Pengacara

Praja IPDN Resmi Laporkan Inu, Tak Gentar Gertakan 100 Pengacara

- detikNews
Jumat, 25 Mei 2007 11:41 WIB
Jakarta - Praja dan dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mengadukan Dosen IPDN Inu Kencana ke Polda Jawa Barat, Jumat (25/5/2007). Mereka merasa dicemarkan nama baiknya atas penerbitan buku "IPDN Undercover" yang ditulis Inu."Saya sedang dalam perjalanan ke Polda Jawa Barat. Kita baru mengadu hari ini, karena baru saja mendapat tanda tangan sekitar 5.000 praja IPDN," kata Mukhtar Pakpahan, pengacara praja dan dosen IPDN, saat dihubungi detikcom, Jumat (25/5/2007).Mereka juga akan mengadukan Inu ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan pada Senin 27 Mei 2007 mendatang di Jakarta. Mereka mendatangi Komnas Perempuan dan Komnas HAM karena apa yang ditulis Inu Kencana sudah melecehkan gender.Mukhtar membantah semua tuduhan dalam buku Inu yang menyebutkan 90 persen praja IPDN terlibat seks bebas dan bisa dipakai alias bispak. "Coba buktikan 90 persennya itu benar atau tidak. Janganlah 90 persen, coba 20 persennya saja, bisa atau tidak," tantang Mukhtar.Menurutnya, buku "IPDN Undercover" itu sangat melecehkan IPDN. " Ini stigma yang sangat buruk sekali. Kerabat saya dan saudara saya ada yang menjadi praja IPDN, dan mereka tahu ini tidak benar," cetus Mukhtar.Mukhtar juga mengaku tak gentar menghadapi Inu Kencana yang akan dibela oleh 100 pengacara. "Biarkan saja. Itu kan hak dia," kata Mukhtar santai.Mukhtar mengklaim tidak sendirian dalam memperjuangkan hak-hak praja IPDN yang tertindas akibat penerbitan buku itu. Dia mengaku dibantu kantor pengacara yang berkantor di Bandung Reinhard Marpaung dan Petrus Manulang. (mar/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait