Boediono Disambut Gempa 6 SR

Boediono Disambut Gempa 6 SR

- detikNews
Jumat, 25 Mei 2007 11:36 WIB
Yogyakarta - Menko Perekonomian Boediono terkejut! Bagaimana tidak. Panggung yang ada di depannya bergoyang keras. Barang-barang berjatuhan. Sejumlah orang menyelamatkan diri di bawah meja. Boediono disambut gempa 5-6 Skala Richter (SR). Boediono memang terkejut. Tapi, hanya sesaat. Dia pun akhirnya tersenyum. "Bagus. Bagus. Ini bisa menyadarkan orang mengenai pentingnya keselamatan menghadapi gempa," kata Boediono. Boediono disuguhi simulasi penyelamatan gempa saat membuka Pameran Teknologi Penanganan Bencana Gempa Bumi di gedung Jogja Expo Centre (JEC), Jl. Janti, Yogyakarta, Jumat (25/5/2007). Simulasi penyelamatan gempa ini diberi nama 'Panggung Goyang'. Di dalam JEC, didirikan panggung berukuran 3 meter persegi. Di panggung ini disediakan meja kayu, kursi, rak, dan berbagai peralatan lainnya. Simulasi gempa ini dibuat oleh Arbeiter Samariter Bund (ASB), sebuah LSM dari Jerman yang memang sudah sering membantu penanganan gempa. Saat Boediono tiba di depan panggung, tiba-tiba panggung itu bergoyang kencang. Barang-barang yang ada di panggung berjatuhan. Goyangan ini menandakan bahwa telah terjadi gempa berkekuatan 5-6 SR. Para pengurus ASB yang ada di panggung itu pun berlindung di bawah meja. Panggung bergoyang selama 1-2 menit. "Ini simulasi gempa Pak," kata Sekretaris Tim Teknis Nasional Penanganan Bencana Danang Parikesit yang memandu Boediono. Dalam membuka pameran ini, Boediono didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto. Rani, salah seorang pengurus ASB, menjelaskan, lembaganya sudah memberikan simulasi penyelamatan gempa di 1.094 SD di DIY dan sebagian Jawa Tengah. "Tujuannya adalah bagaimana kita berlindung dari gempa. Di antaranya berlindung di bawah meja atau meja belajar," ujar dia. Pameran ini digelar untuk memperingati 1 tahun Gempa DIY-Jateng. Pameran akan digelar hingga Minggu (27/5/2007). Saat membuka pameran ini, Boediono juga sempat mengunjungi salah satu stand tentang produk kerajinan yang dibuat oleh para penyandang cacat, termasuk korban gempa. Produksi kerajinan ini didukung Japan International Cooperation Agency (JICA). Dalam sambutan pembukaan pameran ini, Boediono mengucapkan terima kasih kepada semua LSM, baik lokal maupun internasional, TNI/Polri, perguruan tinggi dan organisasi lain, yang selama 1 tahun menangani gempa di DIY dan Jawa Tengah. "Semoga dari pengalaman setahun menangani ini, dapat menjadi pengalaman berharga baik Bangsa Indonesia maupun masyarakat lain," kata Boediono. (asy/mar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads