Wedhus Gembel Diprediksi Tak Berhenti, Merapi Tetap Waspada
Jumat, 25 Mei 2007 10:57 WIB
Yogyakarta - Fenomena Merapi yang kembali mengeluarkan awan panas Rabu 23 Mei merupakan pengulangan erupsi Merapi pada 1967-1969. Erupsi Merapi diprediksi tidak akan berhenti sama sekali. "Ini kita lihat setelah setahun Merapi meletus pada 2006 yang sampai sekarang masih terus mengeluarkan awan panas," kata Kepala Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Ratdomo Purbo.Purbo menyampaikan hal itu di sela-sela pembukaan pameran teknologi penanganan bencana gempa bumi di Gedung Yogya Expo Center, Jalan Jambi, Yogyakarta, Jumat (25/5/2007).Erupsi yang terjadi pada 1967-1969, imbuh Purbo, lumayan besar dan tidak pernah berhenti sepanjang tahun. Kubah lava juga terus tumbuh walau dengan skala kecil. Dan pada tahun 1969, erupsi kembali meningkat. "Mudah-mudahan dengan kasus ini, kita dapat melihat pola Merapi. Jadi ini sudah menjadi tanda-tanda (erupsi) Merapi tidak berhenti sama sekali," ujarnya.Karena itu, imbuh dia, status Merapi tidak akan diturunkan, tetap waspada. "Tidak akan diturunkan menjadi normal, namun kalau aktivitas menurun akan kita turunkan menjadi normal. Jadi jangan dianggap aneh kalau setiap saat ada awan panas, karena Marapi tidak akan pernah berhenti," ujar dia.Saat ini, imbuh dia, kubah lava Merapi tidak berhenti tumbuh. Pertumbuhan kubah ini membuat kondisi gunung itu tidak stabil sehingga muncul awan panas. Dijelaskan Purno, luncuran awan panas Merapi pada tahun 1967-1969 mencapai 13 km. Sementara saat ini antara 1-3 km.Alur utama luncuran awan panas kali ini diprediksi tetap mengarah ke Kali Gendol dan sisa kubah lava 2006 yang mengarah ke Kali Krasak.
(umi/ana)











































