Gus Dur Tetap Gugat Jusuf Kalla dan Rokhmin Dahuri

Gus Dur Tetap Gugat Jusuf Kalla dan Rokhmin Dahuri

- detikNews
Kamis, 24 Mei 2007 22:46 WIB
Madiun - Gus Dur pantang menyerah. Ketua Dewan Syuro DPP PKB yang juga mantan Presiden ini tetap meneruskan gugatan terhadap sejumlah pihak yang menuding dirinya menerima sejumlah dana nonbujeter. Pihak yang digugat Gus Dur, antara lain Jusuf Kalla dan Rokhmin Dahuri. "Somasi dan gugatan terus berlanjut, baik itu untuk Jusuf Kalla (JK), Rokhmin Dahuri dan Mahmuri. Besaran somasi tetap sebesar Rp 100 milliar," ujar Gus Dur kepada wartawan, usai ceramah umum 'Wawasan Kebangsaan' yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama" (FKUB) Kabupaten Madiun, di Lapangan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kamis (24/5/2007).Gus Dur menggugat karena dituding menerima dana nonbujeter dari Bulog dan DKP. "Apalagi, tanpa melakukan konfirmasi balik kepada pihak yang dituding. Yang salah itu mereka, bukan saya. Sekali soal itu tidak benar," ungkap dia serius.Menyinggung kemungkinan 'orang-orang dekat' di sekitar dirinya menerima dana non bujeter dari Bulog maupun DKP, Gus Dur menantang untuk menyebut nama mereka. "Jika, ada tahu orang dekat saya atau pun tim sukses menerima, silakan sebut. Lha, wong saya tidak punya tim sukses dan tidak mengeluarkan uang satu sen pun dalam pencalonan presiden lalu," pungkasnya.Sementara itu, di sela-sela ceramahnya, Gus Dur menyampaikan, perjanjian ektradisi antara Indonesia-Singapura harus dibatalkan dengan sejumlah alasan yang merugikan bangsa sendiri. "Beberapa kekonyolan dalam perjanjian ekstradisi yaitu Angkatan Bersenjata Singapura dapat berlatih dengan pihak lain di dalam wilayah RI," jelas dia. Gus Dur juga menyinggung mengenai kasus sengketa tanah di Meruya, Jakarta Barat. Menurut dia, dalam kasus ini, pihak pengadilan selama ini telah menjadi mafia. "Mahkamah Agung (MA-RI) akhirnya memenangkan PT Portanigra. Kalau penegak hukumnya saja sudah berbuat seperti itu, lantas mau kemana kita minta keadilan," jelas Gus Dur. (gik/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads