Istana: Munawar Fuad Bukan Tim Kampanye SBY-JK
Kamis, 24 Mei 2007 20:44 WIB
Jakarta - Istana Kepresidenan membantah dugaan bila Presiden Susilo B Yudhoyono (SBY) pada kampanye Pilpres 2004 menerima dana non bujeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).Bahkan nama Munawar Fuad Noe yang disebut-sebut sebagai orang yang menerima kucuran dana dari Rohkmin Dahuri, tidak terdaftar sebagai salah satu anggota tim kampanye pasangan SBY-JK."Munawar Fuad bukan tim kampanye SBY. Daftar tim kampanye sudah ada di KPU, bisa anda lihat di website KPU siapa-siapa saja yang menjadi tim kampanye," kata Jubir Kepresidenan Andi Malarangeng, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, (24/5/2007).Selain itu Munawar Fuad juga tidak pernah meberikan bantuan dana atau apa pun pada SBY semasa kampanye Pilpres 2004. Menurut Malarangeng, terdengar sangat lucu bila kemudian ada pihak yang menuduh SBY menerima dana DKP.Lebih lanjut Malarangeng menyatakan, Presiden SBY kosisten menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut pada proses hukum yang sedang berlangsung. Semua temuan baru yang terungkap, harus segera ditindaklanjuti sebagai bagian upaya pemberantasan korupsi. "Jadi kalau disebut si ini atau si itu, ya langsung saja tanya yang bersangkutan. Kasus DKP kan saat ini sedang ditangani KPK," sambunganya. Lalu bagaimana dengan pengakuan Amien Rais bahwa semua kandidat Pilpes 2004 mendapat dana DKP dan tim kampanye SBY-JK menerima bantuan dana dari negara asing yang merupakan pelanggaran terhadap salah satu aturan UU Pilpres? "Pokoknya siapa pun (yang melontarkan tuduhan) langsung saja ditanya (pada yang menyatakannya). Karena Presiden SBY konsisten agar proses pengadilan dilanjutkan," jawab Malarangeng.
(lh/mly)











































