Istri Polisi Diduga Aniaya Pembantu di Sleman
Kamis, 24 Mei 2007 18:37 WIB
Sleman - Tubuh Paryati (20) penuh dengan bekas pukulan. Badan, lengan, dan mukanya tampak membiru. Sesekali, dengan wajah syok, Paryati berteriak histeris, "Ampun... Ampun..."Paryati merupakan pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah pasangan Adis (23) dan suaminya seorang polisi berpangkat Brigadir Satu yang bertugas di Polsek Beran, Sleman, DI Yogyakarta. Pasangan ini tinggal di Kampung Mulungan, Desa Sendangadi, Kecamatan Melati, Sleman.Paryati yang dikenal ramah biasanya keluar rumah setiap hari, dalam dua minggu terakhir ini tidak pernah terlihat. Beberapa tetangga pun curiga. Karena penasaran, seorang tetangga pada Rabu 23 Mei 2007, memberanikan diri mengintip lewat sebuah jendela.Tetangga itu pun terperanjat ketika melihat Paryati dalam kondisi yang menyedihkan. Dengan sekujur tubuh membiru bekas pukulan, Paryati meringkuk di kamarnya. Warga pun kemudian melapor ke Kepala Dukuh Sugeng Rahardjo.Setelah rapat, Sugeng disertai beberapa warga kemudian mendatangi rumah Adis. Oleh warga, Paryati kemudian diantar pulang ke rumahnya di Desa Putat, Kecamatan Pathuk, Gunung Kidul. Sebagian warga lainnya melapor ke Polsek Melati.Polisi segera bertindak pada Kamis (24/5/2007), Adis diciduk dan diamankan. 3 Sapu ijuk dan sebuah tongkat polisi disita sebagai barang bukti. Hasil pemeriksaan sementara, Adis tidak membantah telah melakukan pemukulan terhadap Paryati.Namun baik Kapolsek Melati dan Kapolres Sleman yang dikonfirmasi wartawan, tidak ada satu pun yang mau memberikan keterangan seputar alasan pemukulan. Wartawan juga kesulitan mengetahui identitas suami Adis. Kasus ini sekarang masih dalam penanganan Polsek Melati.
(bal/sss)











































