Bocah Terbelakang Mental Temukan Granat Aktif
Kamis, 24 Mei 2007 17:08 WIB
Jakarta - Waktu telah merambat malam. Sekitar pukul 20.30 WIB, Rabu (23/5/2007), Muliadi (12), bocah terbelakang mental tengah bermain di rel kereta api Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat itulah ia menemukan tas kulit kecil warna ungu. Tak dinyana, saat tas kulit itu dibuka, ada granat manggis jenis gas air mata yang masih aktif di dalamnya. Tas itu berada tepat di antara dua rel KA di kawasan tersebut."Warga yang mengetahui langsung melokakalisir lokasi, biar tidak terjadi apa-apa. Kami menunggui sepanjang malam, bergantian," ujar Aji (40), orangtua Muliadi, saat ditemui di rumah sederhananya, tak jauh dari lokasi penemuan granat, Kamis (24/5/2007).Menurut keterangan Muliadi seperti ditirukan Aji, sebelum menemukan granat itu, Muliadi diberitahu tetangganya, Novi (26). Novi mengaku melihat seseorang meletakkan granat itu. Namun Novi tidak curiga hanya memberitahukan kepada Muliadi."Biasa, anak saya suka dikerjain tetangga-tetangga. Anak saya manut aja dikasih tau oleh Novi, didekati lalu dibuka tas itu. Novi mencegah Muliadi memainkan granat itu, lalu ngasih tahu saya," cerita Aji yang ditemani anaknya.Warga baru melaporkan temuan ini ke polisi Kamis siang. Dengan penuh hati-hati, warga mengambil granat dengan menggunakan tali rafia warna kuning dan biru. Lantas temuan itu dibawa ke Polsektro Tanjung Priok."Sudah diambil Tim Gegana Polda Metro Jaya. Itu bukan sabotase rel. Wong ditempatkan d itempat sampah," kata Kapolsektro Tanjung Priok Kompol Suparmo.
(Ari/asy)











































