Ratusan Massa Desak Pilkada Buleleng Ditunda

Ratusan Massa Desak Pilkada Buleleng Ditunda

- detikNews
Kamis, 24 Mei 2007 16:55 WIB
Denpasar - Sekitar 300 orang dari Koalisi Udayana berunjuk rasa di kantor gubernur Bali. Mereka mendesak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buleleng ditunda karena disinyalir ada dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan salah satu pasang kandidat.Desakan tersebut disampaikan oleh bakal calon Wakil Bupati yang tersingkir Ida Bagus Djodhi kepada wartawan di depan kantor gubernur Bali, jalan Basuki Rahmat, Denpasar, Kamis (24/05/2007)."Kami memohon agar tahapan pilkada Kabupaten Buleleng ditunda karena penetapan pasangan calon bupati/wakil bupati oleh KPUD cacat hukum," kata Djodhi.Djodhi berpasangan dengan bakal calon bupati Buleleng Dharma Wijaya. Mereka didukung oleh beberapa partai politik yang tergabung dalam Koalisi Udayana. Partai politik pendukungnya, di antaranya Partai Demokrat, PNBK, Partai Indonesia Baru. Mereka tersisih karena tidak memenuhi syarat minimial dukungan partai politik sebanyak 15 persen suara.Djodhi menambahkan ada berbagai alasan mengaa pelaksanaan Pilkada Buleleng harus ditunda. Di antaranya adalah karena KPUD Buleleng dan Panwas Pilkada Buleleng tidak melakukan verifikasi syarat calon secara baik dan benar.Adanya dugaan pemalsuan ijazah oleh salah satu kandidat yaitu Nyoman Ray Yusha yang telah berstatus sebagai tersangka. Berita acara pemeriksaannya saat ini telah berada di Kejaksaan Negeri Singaraja. "Kita mendesak Pilkada ditunda karena tidak ingin bupati/wakil bupati yang terpilih cacat hukum," kata Djodhi.Ratusan massa dari Buleleng datang ke Denpasar mengendarai mini bus dan bus. Mereka berunjuk rasa tanpa orasi ataupun membawa spanduk. Aksi ini diamankan satu pleton Dalmas Poltabes Denpasar.Sebelumnya mereka berunjuk rasa di kantor Bupati Buleleng dengan tuntutan yang sama. Di Buleleng salah satu kendaraan massa ditangkap polisi karena membawa bensin dan senjata tajam. (gds/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads